Rawan Kekeringan, BPBD Buton Pasang 20 Alat Panen Air Hujan

Penandatanganan fakta integritas program mitigasi bencana antara BPBD, Bapedda, TNI dan Polri di Kantor BPBD Buton, Kamis 22 November 2018.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Badan Penanggulan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Buton bekerja sama dengan TNI dan Polri menggelar workshop mitigasi struktural partisipatif kepada warga desa di Kecamatan Pasarwajo, Kamis 22 November 2018.

“Kegiatan ini tindak lanjut dari mitigasi partisipasi stuktural pengurangan resiko bencana kemarau dan panen air hujan yang diberikan BPBD agar kegiatan ini didukung dalam APBD Buton,” ujar Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Buton, M Rizal.

Melihat besarnya manfaat alat tersebut, lanjut Rizal, maka kegiatan ini diharap dapat berkelanjutan pada tahun mendatang. Apalagi sudah ada 20 titik alat panen air hujan yang dipasang dengan menggunakan tendon 2200 liter. Bahkan beberapa warga sudah menggunakan dan memanfaatkan air hujan.

-Advertisement-

Kegiatan tersebut diselenggarakan agar desa-desa yang rawan bencana kemarau/ kekeringan menjadi desa yang tangguh dan tidak kekurangan air.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah daerah memprioritaskan pemasangan alat panen air hujan pada beberapa titik rawan bencana kekeringan. Sehingga saat musim hujan dapat ditampung dan airnya dapat digunakan saat musim kemarau.

Di Kabupaten Buton, tambah Rizal, daerah rawan kekeringan terjadi pada beberapa titik. Diantaranya Kecamatan Pasarwajo di Desa Kombeli, Kecamatan Wabula di Desa Wasuemba dan Desa Holimombo.

Kata Rizal, air hujan yang ditampung sangat baik digunakan untuk mandi, mencuci, dan bahkan untuk air minum. Hanya saja butuh alat lagi untuk pengolahan.

“Saat kami pelatihan sudah diteliti air hujan itu bagus untuk dikonsumsi,” terangnya.

Reporter: Waode Yeni Wahdania

Facebook Comments