Wisuda mahasiswa Akper Buton ke XV di Aula Wakaka Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Kamis 29 November 2018.
Pasarwajo, Inilahsultra.com – 155 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Buton mengikuti prosesi wisuda di Aula Wakaka Kecamatan Pasarwajo, Kamis 29 November 2018.
Dalam sambutannya, Sekda Buton Laode Dzilfar Djafar meminta agar para wisudawan dan wisudawati dapat berkarya dalam pembangungan daerah. Keterlibatan dalam pembangunan tidak boleh berhenti begitu saja setelah selesai kuliah.
“Kebutuhan perawat di desa masih sangat kurang. Tapi kalau mengharapkan status PNS sulit,” ungkapnya.
Menurut Dzilfar, pemerintah pusat baru-baru memberikan kuota CPNS kepada Kabupaten Buton sebanyak 301 orang. Namun yang memenuhi passing grade (nilai ambang batas) hanya 32 orang. Hal itu menandakan kompetensi masih sangat di bawah.
“Secara pribadi saya mengharapkan kepada wisudawan agar jangan berhenti belajar meningkatkan kompetensi diri, harus bisa bersaing,” tegasnya.
Kebijakan pemerintah pusat, lanjut Dzilfar, memberikan standar tinggi agar mengejar ketinggalan negara Indonesia dengan negara lain di dunia. Sehingga mahasiswa Indonesia perlu meningkatkan kompetensi diri. Pasalnya, pemerintah pusat menginginkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas dunia.
Pada wisuda Akper Buton kali ini, sejumlah orang tua mahasiswa berharap agar Pemerintah Kabupaten Buton menjalankan program satu desa satu perawat.
“Program satu desa satu perawat jadi catatan saya yang akan disampaikan kepada Bupati Buton,” jelasnya.
Direktur Akper Buton Muslimin Siraja mengatakan, wisuda angkatan ke XV ini diikuti 155 orang. Rincianya, 37 laki-laki dan 118 perempuan. Sehingga total jumlah alumni Akper Buton sudah mencapai 1802 orang.
Muslimin berharap, para wisudawan yang baru saja lulus dapat mengabdi kepada masyarakat dengan ilmu yang dimiliki selama berada dibangku kuliah.
Pada kesempatan itu, Muslimin juga menegaskan, pada tahun 2019 mendatang Akper Buton akan menjadi sekolah negeri. Sehingga akan tetap menerima mahasiswa baru. Hal itu akan menepis berbagai spekulasi terkait peleburan Akper Buton.
“Tahun 2019 nanti, mudah-mudahan
Akper Buton sudah bisa negeri,” tuturnya.
Reporter: Waode Yeni Wahdania





