Perusda Sultra Jajal Kerjasama Penggemukkan Sapi dengan Pemda DKI

Direktur Perusda Sultra La Ode Suriyono saat menjelaskan rencana kerjasama dengan Pemda DKI soal penggemukkan sapi

Kendari, Inilahsultra.com – Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Sultra menjajal kerjasama dengan Pemerintah DKI dalam hal penggemukkan sapi.

Direktur Perusda Sultra La Ode Suriyono mengatakan, pihaknya sudah mengajukan kerjasama dengan Pemda DKI terkait program ini.

Gubernur Sultra, Ali Mazi dan Gubernur DKI Anies Baswedan sudah bertemu soal ini.

-Advertisement-

Dipilihnya DKI karena, ibu kota negara itu memiliki kebutuhan daging yang cukup tinggi. Sultra dengan kondisi alamnya yang subur, diprediksi bisa menjadi penyuplai daging sapi.

“Kita sudah ajukan kerjasama dengan Pemprov DKI tentang penggemukan sapi ini,” kata Suriyono di Kantor Perusda, Rabu 13 Februari 2019.

Menurut Suriyono, pihaknya sudah menyiapkan lahan kurang lebih 539 hektare di Wawolemo Kabupaten Konawe. Rencananya, ada 3 ribu ekor sapi yang akan digemukkan di lokasi ini.

Ia menyebut, pengajuan kerjasama dengan Pemda DKI ini bukan dalam bentuk uang, melainkan barang.

Pemda DKI berinvestasi di Sultra terkait penggemukan sapi ini, entah membangun fasilitas hingga menyiapkan pakannya.

“Saya duduk di sini, tidak menerima penyertaan modal dalam bentuk uang. Kalau dalam bentuk barang, oke,” jelasnya.

Alasan dia tidak ingin menerima penyertaan modal dalam bentuk uang karena urusan laporan keuangan pemerintah membuat repot. Tentu, hal itu juga akan menyulitkan perusda untuk berkembang.

“Saya ingin mandiri. Khawatirnya, kita akan diaudit terus. Investor itu membawa uang dan usaha, bukan peralat perusda untuk mencari uang,” bebernya.

Kembali ke kerjasama dengan Pemda DKI, skemanya adalah setelah pemerintahan Anies berinvestasi melalui pembangunan fasilitas, Perusda Sultra akan membeli sapi warga untuk digemukkan di lokasi tersebut. Tentu, harganya tidak merugikan bagi warga.

Menurutnya, dengan pelibatan warga ini, turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitarnya.

Nah, setelah sapi itu dikumpul dan digemukkan, maka akan dijual kepada pemda DKI dengan harga terjangkau. Tentunya, sapi yang dijual sesuai standar kebutuhan DKI.

“Berat dan jenisnya pasti akan disesuaikan dengan standar Pemda DKI,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Jon ini menyebut, dengan program ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sebab, pengembangan penggemukan sapi ini banyak dampak baiknya bagi daerah dan masyarakat sekitar.

Penggemukkan sapi tidak hanya persoalan keuntungan dalam penjualan nantinya. Tetapi lebih dari itu, pendapatan di sektor transportasi dipastikan ikut berkembang.

“Karena memuat sapi ini butuh kendaraan khusus. Jadi, di sektor transportasi juga akan ada pendapatan kita,” jelasnya.

Meski demikian, Jon tidak ingin terpaku dengan Pemda DKI. Sebab, hingga saat ini belum ada respon yang dirunjukkan Pemda DKI meskipun hal ini sudah dibicarakan masing-masing kepala daerah.

Untuk mengantisipasi batalnya kerjasama dengan DKI, ia berharap Pemprov Sultra untuk bersiap mendukung program Perusda Sultra ini.

Karena, kata Jon, program ini sudah harus jalan pada 2020 nanti.

“Kita tunggu dulu respon dari DKI. Yang jelas, ini sudah oke di kementerian. Program ini sebenarnya sudah lama, sejak era Nur Alam, hanya belum dijalankan,” jelasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments