
Wakatobi, Inilahsultra.com – Isu penyanderaan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Pulau Kaledupa Kabupaten Wakatobi oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina membuat salah seorang aktivis menggelar aksi solidaritas, Rabu 20 Februari 2019.
Dia menuntut agar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menurunkan bantuan untuk membebaskan para korban yang disendera sejak 8 Desember 2018 lalu. Ketika itu, mereka sedang melaut di Perairan Sandakan Malaysia.
Saat melakukan aksi, aktifis tersebut melakukan aksi teatrikal pembungkaman di Bundaran Pangulubelo dan Kantor Bupati Wakatobi. Mereka mengisolasi mulut yang ditutup dengan lakban sambil memegang spanduk yang bertuliskan ‘Pak Presiden Selamatkan Saudara Kami Asal Wakatobi Yang di Sandera Abu Sayyaf’.
“Kalau dengan kata-kata tidak akan berguna tanpa ada bantuan dari Presiden,” kata salah seorang aktifis, Dariono.
Diketahui, dua pemuda yang disandera bernama Hariadin (43) warga Desa Kalimas Kecamatan Kaledupa dan Heri (30) warga Desa Sandi Kecamatan Kaledupa Selatan.
Dalam video penyandaeran yang sempat tersebar, kelompok garis keras Abu Sayyaf meletakkan golok tepat dileher sandera sambil duduk menunduk setengah sujud. Kemudian kedua mata sandera ditutup dengan kain berwarna hitam.
Lalu, Kelompok Abu Sayyaf memaksa sandera mengikuti perintah mereka dengan menyebutkan hal ini.
“Saya warga negara Indonesia, pekerjaan saya nelayan di Sabah Sandakan. Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf Philipin di laut Sandakan. Saya minta perhatiannya pemerintah Negara Republik Indonesia terutama Presiden dan Bapak Si Dadang,” pinta korban.
Reporter: Laode Samsuddin




