
Kendari, Inilahsultra.com – Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) Amrullah menolak memberikan komentar terkait adanya perusahaan tambang yang menggusur lahan warganya.
Ditemui di Hotel Claro Kendari, Amrullah mengaku belum mendengar informasi detil soal penggusuran lahan warga itu.
“Kan tidak enak saya kasi informasi belum jelas,” kata Amrullah, Kamis 11 Juli 2019.
Meski demikian, ia mengaku sudah mengetahui informasi ini melalui media televisi.
“Kan sudah naik juga di televisi,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai sikapnya terhadap tambang, politikus Partai Demokrat ini meminta agar jurnalis tidak menanyakan itu.
Diberitakan, video seorang ibu di Desa Roko-roko Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (KonKep) mendadak viral lantaran menghalau escavator milik perusahaan tambang di pulau tersebut.
Dengan suara lantang, ia meminta escavator dan aparat keluar dari tanahnya.
Diketahui ibu yang tampil berani itu bernama Marwah.
“Namanya ibu Marwah. Dia menolak tanahnya digusur oleh perusahaan tambang,” kata Yardin, kerabat Marwah saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu 10 Juli 2019.
Yardin menceritakan, awalnya perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) sudah menggusur sebagian lahan warga yang mendukung hadirnya tambang, Selasa 9 Juli 2019.
“Setelah itu, datang menggusur lahan ibu Marwah. Tapi ibu itu melawan. Karena kami menolak hadirnya tambang,” jelas Yardin.
Saat itu, kata dia, ada empat unit escavator yang dikerahkan perusahaan untuk menggusur lahan warga. Selain itu, perusahaan juga dikawal oleh aparat kepolisian dan TNI dengan bersenjata lengkap.
“Mereka kawal itu alat berat dengan menenteng senjata,” ujarnya.
Karena mendapat penolakan dari warga, aktivitas penggusuran akhirnya berhenti.
Kini, lanjut dia, warga tengah berkumpul dan berjaga di lokasi untuk menghalau alat berat perusahaan yabg hendak menggusur.
“Sekarang kita berjaga di sini. Saya sekarang diperjalanan membawa makanan untuk teman-teman di sana,” bebernya.
PT Gema Kreasi Perdana adalah salah satu perusahaan yang diberhentikan sementara oleh Pemprov Sultra.
Perusahaan ini, memiliki dua IUP di Pulau Kelapa ini.
Selain PT Gema Kreasi Perdana, Pemprov Sultra juga menghentikan sementara aktivitas PT Alatoma Karya, PT Bumi Konawe Mining, PT Kimco Citra Mandiri, dan PT Konawe Bakti Pratama.
Sedangkan sembilan IUP yang dicabut permanen, adalah PT Hasta Karya Megacipta, PT Pasir Berjaya Mining, PT Derawan Berjawa Mining (dua izin), PT Cipta Puri Sejahtera, PT Natanya Mitra Energi (dua izin), PT Investa Pratama Intikarya, dan PT Kharisma Kreasi Abadi.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




