
Kendari, Inilahsultra.com – Negara Cina menguasai hilir mudik perdagangan ekspor impor berbagai komoditi SDA di Sultra. Sepanjang periode Januari-Juli 2019 berdasarkan data Dokumen Pemberitahuan Ekspor (PEB) diterima Badan Pusat Statistik Sultra mencatat enam negara menjadi tujuan utama perdagangan ekspor Sultra. Masing-masing Negara Cina, India, Taiwan, Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Negara Cina atau Tiongkok berada diurutan pertama tujuan utama ekspor Sultra dengan persentase 80,56 persen atau setara US$ 743,11 juta (Januari-Juli). Disusul Negara India dengan nilai US$ 116,23 juta atau 12,6 persen. Berikutnya negara Taiwan dengan nilai US$ 24,80 juta atau setara 2,69 persen. Total ekspor Sultra selama satu semester terakhir menembus 5.926,85 ribu ton atau senilai US$ 921,93 ton.
Khusus periode Juli 2019, ekspor menurut sektor ekonomi yang mencapai akumulasi US$ 159,11 juta didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 89,99 persen, sektor pertambangan 9,92 persen dan sisanya sektor pertanian 0,08 persen.
Sementara ekspor Sultra sepanjang Juli 2018 menuruut golongan barang utama didominasi kelompok besi baja dengan nilai US$ 133,27 juta, selanjutnya komoditi bijih, kerak dan abu logam diurutan kedua dengan nilai US$ 14,90 juta dan terakhir adalah komoditi ikan dan udang dengan nilai US$ 1,55 juta.
Komoditi yang selama ini menjadi andalan ekspor Sultra sendiri adalah besi baja serta ragam hasil laut. Adapun sasaran ekspor selain di Benua Asia, komoditi unggulan Sultra juga menembus pasar benua Australia hingga Eropa.
Selain melakukan ekspor, Sultra juga turut melakukan impor. Diantaranya komoditi bahan bakar mineral, mesin dan pesawat mekanik serta mesin dan peralatan listrik.
Aktivitas impor Sultra sendiri mengalami peningkatan sebesar 88 persen selama periode Juli 2019.
Naiknya denyut impor disebabkan oleh peningkatan permintaan dari negara Tiongkok. Nilainya menembus 2 kali lipat atau setara 187,26 persen. Disusul Negara Singapura senilai 10,78 persen atau setara US$ 21,10
Dari sisi peranan terhadap total impor Januari – Juli 2019, Negara Tiongkok masih mendominasi pelaku impor barang atau komoditi utama Sultra disusul negara Singapura .
“Peranan kedua negara asal barang utama tersebut mencapai 87,76 persen dari total impor periode yang sama tahun lalu,” tutur Kepala BPS Sultra, Moh Edi.
Penulis : Siti Marlina




