
Kendari, Inilahsultra.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal dihelat di Kabupaten Muna, selalu menarik untuk dibahas. Daerah yang bakal mengikuti kontestasi politik 2020 ini menyimpan cerita tersendiri, mulai dari tensi tinggi, debat media sosial hingga warung kopi dan tak kalah penting peran tokoh kawakan yang meracik strategi pemenangan di setiap periodenya.
Beberapa pihak memprediksi 2020 adalah tahun yang cukup menguras emosi bagi masyarakat Muna, tidak hanya pegiat politik, bahkan masyarakat akar rumput pun akan merasakan dampak pertarungan lima tahunan ini.
Bergambar dari pemilihan sebelumnya, Muna pernah menyelenggarakan Pilkada yang cukup melelahkan. Tercatat butuh waktu setahun dan dua kali pemungutan suara ulang (PSU) untuk melahirkan bupati defenitif di daerah yang pernah menghasilkan jati terbaik di muka bumi tersebut.
Menariknya, tarung ulang antara LM Rusman Emba dan dr LM Baharuddin yang sudah berlangsung tiga kali pertempuran. Kedua figur ini sudah pernah saling mengalahkan melalui pertarungan hidup mati.
Juga lahirnya penantang baru yang tidak kalah kuat LM Rajiun Tumada. Pria yang masih menjabat Bupati di Muna Barat yang tidak lain anak kandung Muna, Mantan Kasat Pol PP Sultra, ini muncul dengan kekuatan baru yang menyita perhatian masyarakat Muna.
Ada lagi, figur dengan karakter yang lebih soft, tetapi memiliki pengalaman birokrasi di tingkat nasional, Syarifuddin Udu. Figur ini juga digadang mampu menjadi poros baru di Pilkada Muna.
Sikap Sang Penembak Jitu Rifai Pedansa
Menarik untuk dinantikan, sikap salah tokoh sentral perpolitikan Muna yang memiliki segudang pengalaman La Ode Rifai Pendansa. Terbukti dalam sepuluh tahun terakhir, pria yang cukup dekat dengan Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri ini, berhasil memenangkan dua Kepala Daerah di Muna.
Tokoh yang lama menahkodai PDI Perjuangan di Sultra ini, kini menjadi orang yang paling dinanti arah dukungan politiknya di Pilkada Muna.
Rifai Pedansa dan PDI Perjuangan pernah mendukung dr LM Baharuddin di pilkada Muna pada 2010 lalu, dalam pertarungan ini dokter (sapaan-LM Baharuddin) berhasil mengungguli LM Rusman Emba saat itu.
Lima tahun setelahnya, Ayah dari Ketua DPC PDIP Muna, La Ode Frebi Rifai ini, memutar haluan dan mendukung LM Rusman Emba dan memenangkan pertarurangan.
PDI Perjuangan menjadi partai pertama yang melakukan penjaringan Balon Bupati Muna, beberapa kandidat pun sudah melakukan pendaftaran, tidak hanya itu, sejumlah calon tampak menggalang massa saat melakukan pengembalian berkas di partai berlambang banteng ini. Sekilas aksi ini, memberi kesan dan menarik perhatian PDIP dan La Ode Rifai Pedansa untuk mengarahkan dukungan.
Sebagai tokoh senior dengan segudang pengalaman, Rifai Pedansa tampaknya tidak sulit memetakan arah dukungan kepada siapa partai besutan Megawati Soekarnoputri ini diarahkan.
Ridwan Bae, Selalu Cerdas Memilih Momentum yang Tepat
Lalu seperti apa sikap, figur Muna yang kini masuk dalam jejeran politisi nasional, Ir Ridwan Bae? Mantan Bupati Muna dua periode ini dikenal sebagai politisi cerdas dalam memilih momentum.
Ketua DPD I Partai Golkar Sultra ini, sangat paham benar atmosfir perpolitikan di ‘Bumi Sowite’. Dia dipastikan akan bermain di menit-menit akhir pertarungan. Sebagai politisi yang dikenal rasional, Ridwan akan menentukan arah dukungan berdasarkan kriteria-kriteria khusus dan tidak akan terjebak dalam isu primordial.
Anggota DPR RI yang kembali terpilih di periode keduanya ini, pasti telah mengantongi siapa nama yang akan di lepas dalam gelanggang pertarungan 2020. Soal siapa dan kapan tentu hanya Ir Ridwan Bae dan Tuhan saja yang tau.
Gaya perpolitikan Ridwan sarat kejutan, selain paham harus menanjak dan colling down, pria murah senyum ini bisa tiba-tiba memutar kemudi arah dukungan. Hal ini disebabkan gaya politik pria yang baru saja meloloskan putra putrinya di parlemen (DPD RI dan DPRD) ini sulit terbaca tetapi fokus pada tujuan akhir.
Sebagai pimpinan salah parpol tertua di Indonesia, tentu dukungan Ridwan di Pilkada Muna menarik untuk dinantikan.
Lahirnya Tokoh Milenial dan Poros Baru
Tidak kalah menarik, di era milenial, lahirnya Tokoh baru dengan pemanfaatan teknologi informasi dan meninggalkan ‘gaya lama’ tidak dimungkiri akan terjadi.
Hitungan terukur, berdasarkan data dan riset tentu akan menempati podium tersendiri di Pilkada Muna 2020. Kehadiran kaum milenial di dalam kontestasi pilkada tidak hanya terjadi di Muna, di beberapa daerah kelompok ini cukup masif dalam penggiringan opini.
Kekuatan dunia maya yang digunakan biasanya memicu reaksi publik, kelompok ini bisa mempengaruhi arah dukungan. Jika bergambar di Pilpres yang baru saja berlangsung, kelompok penggiat media sosial tidak segan mematikan figur melalui blackcompaign atau sebaliknya.
Apakah Muna juga akan terjadi? Peluangnya cukup terbuka lebar, apalagi pengguna media sosial cukup pesat. Biasanya penggiat media sosial memiliki tokoh sentral sebagai dalang? Soal siapa? Tokoh ini tentu saja siluman yang bekerja tergantung siapa yang membiayai.
Maul Gani
(Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Jayabaya Jakarta)




