
Kendari, Inilahsultra.com – Delegasi Sulawesi Tenggara tampil memukau dalam ajang Indonesian Day 2019 yang berlangsung di San Francisco Amerika Serikat.
Kehadiran delegasi Sultra ini atas undangan KJRI San Francisco kepada Gubernur Sulawesi Tenggara untuk mengirim Delegasi dalam Event Indonesian Day.
Dalam event ini, Pemprov Sultra mengutus sejumlah perwakilan / delegasi terkait pemerintahan, serta industri pariwisata dan kesenian.
Para delegasi diberangkatkan atas izin Kementrian Dalam Negeri, Sekretariat Negara Republik Indonesia dan Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia.
Meski mendapat izin dari 3 lembaga negara namun para delegasi Sulawesi Tenggara tetap mengikuti Interview Di Kedutaan Amerika yang ada di Jakarta untuk mendapatkan visa dan akhirnya bisa memasuki wilayah Amerika Serikat, khususnya San Francisco. Hal ini terkait ketatnya izin kunjungan ke Amerika Serikat.

13 Delegasi Sultra yang akhirnya dikirim ke Event Indonesian Day 2019 di San Francisco diantaranya, Dr H Sarifuddin Safaa, SH, MH (Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra), Syahruddin Nurdin, SE (Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik), Drs. Asrun Lio, M.Hum,P.hD (Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra), DR.Ir.H. Fahri Yamsul, M.Si (Kadis Cipta Karya, tata Ruang dan Jasa Kontruksi Provinsi Sultra), Drs. M. Oktrisman BalLagi, M.Pd (Kabid Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Sultra), Ferry Armeinus, ST.,M.Eng.Sc (Kepala Seksi Pengembangan Destinasi Wisata Alam, Budaya dan Buatan Dinas Pariwisata Prov.Sultra).
Disamping itu diikut sertakan pula 5 penari asal Kendari masing-masing, Elsa Saputri, Syafiren Dwika hartami, Dewi Amor, Suryana Mekuo, dan Anggung Lestari. Sementara 2 orang perwakilan industri pariwisata sekaligus praktisi pariwisata sultra yang bersertifikasi bidang kepariwisataan yaitu Andarias Lantang dan Ahmad Nizar, S.kom.
Ke-13 delegasi ini masing-masing mengambil peran dalam event Indonesian Day ke 70 di San Francisco.
Dalam event ini Delegasi Sulawesi Tenggara mengikuti seluruh sesi kegiatan mulai dari Exhibition Tourism, Seminar The Next Unicorns : Past, Present, and Future of Indonesia’s Tech Ecosystem, serta penampilan tarian tradisional dan pemutaran film pariwisata.
Kepala Dinas Kominfo Sultra Syaifullah mengaku, saat tiba di San Francisco, Delegasi Indonesia asal Sulawesi Tenggara disambut langsung Kepala Konsulat Jenderal Indonesia di San Francisco sekaligus mendapat jamuan makan bersama sebagai bentuk rasa terima kasih KJRI setempat atas kehadiran delegasi Sulawesi Tenggara.
“Tepat di tanggal 15 September 2019, Delegasi Sultra selama kurang lebih 12 jam full melibatkan diri dalam seluruh rangkaian kegiatan. Dan tentunya kolaborasi seluruh tim delegasi asal Sultra dibutuhkan untuk berinteraksi dengan ratusan pengunjung yang memadati stand Sulawesi Tenggara,” kata Syaifullah melalui rilisnya.
Ia melanjutkan, interaksi terbuka secara tatap muka langsung yang dibuat melahirkan banyak diskusi terkait infrastruktur kepariwisataan di Sultra, pengelolaan kebijakan kepariwisataan di tingkat pemerintahan, pengembangan seni budaya di Sultra hingga terkait industri pariwisata itu sendiri.
“Di sini lah para delegasi berperan total untuk meladeni banyak pertanyaan dan masukan dari ratusan pengunjung yang memadati stand sulawesi tenggara selama 12 jam full, baik sesi Exhibition maupun di sub event Indonesia Cultural Night,” jelasnya.
Secara tidak langsung, disimpulkan kemudian oleh seluruh delegasi bahwa Sulawesi Tenggara adalah potensial pasar wisata untuk wisatawan Amerika.
Hal ini dibuktikan dengan aktifnya pertanyaan dari ratusan pengunjung, hingga terjalin kerja sama industri pariwisata yang ada di Amerika khususnya San Francisco dengan Industri Pariwisata yang ada di Sulawesi Tenggara.
“Salah satu industri pariwisata yang cukup besar di San Francisco khususnya adalah sayang Holidays yang berkantor di Jamison Way Castro Valley melalui CEO-nya langsung membuka table top sendiri bersama industri pariwisata Sultra untuk membuka kerja sama kepariwisataan antara Amerika dan Sulawesi Tenggara. Dan salah satu poin yang ingin di programkan oleh pihak industri pariwisata Amerika adalah Fam Trip ke Sulawesi Tenggara tahun depan,” tuturnya.
Editor : La Ode Pandi Sartiman




