20 Tahun Tinggal di Busel, Akhirnya Warga Ambon Punya Balai Pertemuan

Prajurit TNI bersama masyarakat lingkungan Kolowu Kelurahan Masiri, Busel, saat menyusun batu merah dinding balai pertemuan.

Batauga, Inilahsultra.com– Kehadiran TNI dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Buton Selatan (Busel) membawa dampak besar bagi masyarakat setempat.

Seperti di Kelurahan Masiri. Di Kelurahan ini, ada dua lingkungan yang menjadi sasaran kegiatan fisik Kodim 1413 Buton melalui program TMMD ke-106 ini.

Masing-masing, lingkungan Motikuna, prajurit TNI membangun masjid dua lantai. Sedangkan, di lingkungan Kolowu, prajurit TNI membangun balai pertemuan.

-Advertisement-

Khusus di lingkungan Kolowu ini, masyarakat setempat yang semua penghuninya berasal dari Ambon, Maluku, sudah sangat lama menantikan kehadiran balai pertemuan ini.

Amatan Inilahsultra.com, beberapa anggota TNI Kodim 1413 Buton, tengah berunding bersama masyarakat setempat yang ikut bekerja, membahas percepatan pembangunan balai pertemuan berukuran 10,2 kali 7,8 meter tersebut.

“Tadi bahas perencanaan pembangunan balai pertemuan. Kita cari solusi dan metode tercepat karena kita juga di kejar deadline waktu hanya satu bulan,” tutur Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Arif Kurniawan, Sabtu 5 Oktober 2019.

Wa Ida (34), salah seorang ibu rumah tangga di lingkungan Kolowu ini menjelaskan, masyarakat setempat sudah lama menantikan adanya balai pertemuan tersebut sejak tinggal di Busel tahun 1999.

“Kita ini kan punya banyak kegiatan, apa lagi saat lebaran dan perayaan maulid. Karena belum ada balai pertemuan, akhirnya kita gunakan lapangan,” jelas Wa Ida yang rumahnya tak jauh dari balai pertemuan yang baru dibangun.

Nantinya, lanjut Wa Ida, kalau balai pertemuan ini sudah jadi, setiap kegiatan-kegiatan akan dipusatkan di balai pertemuan tersebut.

“Bulan 11 (November) ini kan ada perayaan maulid. Nah kita gunakan balai pertemuan yang dibangun prajurit TNI ini,” tukasnya.

Sebenarnya, urai Wa Ida, fondasi awal dari balai pertemuan itu diperuntukkan sebagai mushola. Namun pembangunan mushola pun tidak pernah terealisasi dari tahun ke tahun sehingga membuat fondasi hitam dan berlumut.

“Karena masjid sudah dibangun di depan (jalan poros), akhirnya fondasi ini ditambah untuk balai pertemuan. Makanya kita sangat berterima kasih dengan adanya ABRI masuk desa ini (TMMD, sekarang),” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments