
Kendari, Inilahsultra.com – Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari menggelar pelatihan mentor dan koordinator pemagangan angkatan II, Sabtu 25 sampai 31 Oktober 2019 di Plaza Inn Hotel Kendari.
Kegiatan ini diikuti 61 orang peserta dari berbagai dunia usaha dan dunia industri se-Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu mengatakan, pemagangan merupakan salah satu upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja dengan mendekatkan kompetensi tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja agar mampu bersaing di era globalisasi dalam mengisi kesempatan kerja yang tersedia, baik dalam negeri maupun luar negeri.
“Sementara itu kondisi tenaga kerja yang ada saat ini bahwa luaran atau lulusan sekolah termasuk perguruan tinggi belum siap mengisi kebutuhan tenaga kerja, hal ini disebabkan dunia pendidikan dan pelatihan belum sepenuhnya mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat, sehingga berimbas pada perlunya penyesuaian pola-pola kerja di pasar kerja domestik dan global. Salah satu upaya yang dilaksanakan pemerintah saat ini dalam mengatasi kesenjangan antara deman and supply tenaga kerja adalah melalui pemagangan,” katanya.
Pelatihan pemagangan Dalam Negeri Tahun 2019 yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan kerja sehingga sehingga angka pengangguran pun dapat diturunkan di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi penyerapan tenaga kerja di perusahaan tempat peserta magang atau pun di perusahaan lain sesuai dengan kejuruannya. Apalagi, peserta sudah mendapatkan keterampilan dan pengalaman kerja disaat pelatihan dan pemagangan di perusahaan,” jelasnya.
Peran pemagangan selain untuk peningkatan kualitas tenaga kerja, juga dapat mendorong perusahaan-perusahaan meningkatkan produktivitas usahanya melalui ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Program pemagangan juga memberikan manfaat bagi pemerintah dan peserta pemagangan.
“Dalam rangka melaksanakan program prioritas peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional yang tertuang dalam sembilan nawacita Jokowi – JK, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia saat ini sedang melakukan upaya masif dan fokus dalam peningkatan kompetensi pencari kerja melalui program pemagangan,” tuturnya.
Pada hakekatnya, kata dia, pemagangan merupakan suatu proses mendapatkan keterampilan atau kompetensi di tempat kerja dengan didampingi oleh pelatih dan memiliki program yang jelas.
Program pelatihan koordinator dan mentor pemagangan sangat penting dalam proses penyelenggaraan pemagangan khususnya dalam peningkatan kompetensi peserta pemagangan. Olehnya itu seorang pelatih atau mentor pemagangan harus mampu membimbing peserta pemagangan pada aspek keterampilan, sikap, pengetahuan, etos kerja dan produktivitas serta mampu memberikan motivasi dan dorongan moral kepada para peserta sehingga menjadi tenaga kerja yang kompetitif.
“Berdasarkan peran dan fungsi dari mentor pemagangan ini yang sangat strategis, maka perlu adanya pembinaan dan peningkatan kompetensinya melalui pelatihan mentor pemagangan,” jelasnya.
Ia menuturkan, perusahaan akan menyelenggarakan pemagangan wajib memberitahukan secara tertulis rencana penyelenggaraan dengan melampirkan program pemagangan, rencana penyelenggaraan, rancangan perjanjian pemagangan.
“Untuk dapat menyusun ketiga lampiran tersebut, perlu ditunjuk seorang koordinator pemagangan yang memahami regulasi dan administrasi penyelenggaraan pemagangan,” tuturnya.
“Mengingat peran dan fungsi dari koordinator pemagangan ini sangat strategis, maka perlu adanya pembinaan dan peningkatan kompetensinya melalui pelatihan,” pungkasnya.
Penulis : Harkila




