Perayaan Hari Pangan Sedunia di Sultra : Dibuka Menteri, Ditutup Pj Sekda

Ketgam : Pj Sekda La Ode Mustari membacakan sambutan Gubernur Sultra Ali Mazi sekaligus menutup kegiatan perayaan HPS ke 39. (Haerun)

Kendari, Inilahsultra.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membuka perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tepatnya di Desa Puudambu, Kecamatan Anggata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu 2 November 2019.

Kemeriahan acara pembukaan perayaan HPS ke-39 ini turut dihadiri oleh 12 gubernur dan wakil gubernur, 71 bupati dan wali kota, 16 duta besar negara sahabat, 6 organisasi internasional dan sekitar 5 ribu petani dari berbagai daerah

Ivent tahunan dunia ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perayaan HPS ke-39 di Sultra dengan tema “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045.

-Advertisement-

Seharusnya HPS tahun ini rencananya akan dibuka langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Namun orang nomor satu di Indonesia ini batal hadir karena bertepatan dengan tugas Presiden di luar negeri.

“Hari ini betepatan dengan tugas Presiden di luar negeri yang harus dihadiri semua presiden di dunia,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Sabtu 2 November 2019.

Untuk itu, dia mengucapkan permohonan maaf Presiden Jokowi tidak bisa hadir bersama di Sultra saat pembukaan HPS

“Presiden meminta secara serius mengurus masalah pertanian di Indonesia dan diharapkan Gubernur harus bersama dengan menteri pertanian untuk memajukan pertanian di tanah air,” jelasnya.

Kementrian Pertanian, lanjut dia, harus bekerja keras dalam menerapkan teknologi industri pertanian untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani dan pemenuhan lumbung pangan dunia 2045.

“Tapi semua kepala daerah mulai dari gubernur, bupati, wali kota dan semuanya harus ikut membantu menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045 mendatang,” jelasnya.

Kemeriahan pada saat acara pembukaan, berbanding terbalik dengan pada saat penutupan perayaan HPS ke-39 di Sultra bertempat di lapangan Eks MTQ Kendari, Selasa 5 Oktober 2019. Layaknya kegiatan biasa saja.

Pasalnya, pada acara penutupan HPS dihadiri Direktur Perbenihan Kementrian Pertanian Ir Sukarman. Banyak kepala daerah di Sultra yang tidak hadir,
bahkan Gubernur Sultra Ali Mazi dan wakilnya Lukman Abunawas.

Seharusnya yang akan menutup perayaan HPS Gubernur Ali Mazi tapi hanya diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekda La Ode Mustari, turut hadir Bupati Buton Utara Abu Hasan, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse.

Dalam sambutanya Gubernur Sultra Ali Mazi diwakili oleh Pj Sekda mengatakan, perayaan HPS ini akan menjadi wahana untuk meningkatkan kesadaran kolektif dan perhatian semua pemandu kepentingan akan pentingnya penanganan masalah pangan baik secara nasional maupun internasional.

“Saya merasa bangga dan terharu atas momentum yang terjadi perayaan HPS ini, karena mengambarkan betapa komitmennya kita dalam menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045 nanti,” jelasnya.

Hadirnya berbagai elemen peserta HPS dari luar Sultra telah memberikan kesempatan daerah untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai potensi Sumer Daya Alam (SDA) Sultra baik potensi pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata dan pertambangan.

“Kita perkenalkan potensi daerah supaya dikenal bukan hanya masyarakat Sultra, tapi juga bisa dikenal secara nasional maupun internasional bahwa Sultra kaya akan sumber daya alam,” ujarnya.

Untuk itu, ia berterima kasih kepada seluruh panitia pusat dan daerah. Serta para peserta dari berbagai daerah dan mancanegara berpartisipasi dalam menyukseskan perayaan HPS ke-39 di Sultra tahun ini.

“Saya mewakili Pemerintah Provinsi Sultra mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah menyukseskan kegiatan ini mulai dari acara pembukaan sampai dengan penutupan HPS hari ini,” ujarbya.

Direktur Perbenihan Kementrian Pertanian Ir Sukarman mengatakan, HPS ke-39 di Sultra merupakan yang terbesar dan belum pernah terjadi di Indonesia. Pasalnya diikuti 266 stan pameran, 88 stan kuliner dari berbagai daerah dengan total pengunjung 82.975 orang.

“Ini sangat luar biasa. Jadi, masyarakat Sultra harus bangga dan memanfaatkan momen HPS ini untuk mempromosikan hasil pertanian, agar bisa menarik perhatian prngunjung dari daerah lain bahkan dari mancanegara,” ujarnya.

Secara keseluruhan, lanjut dia, penyelenggaraan HPS di Sultra telah berjalan dengan lancar tanpa halangan.

“Ini berkat kerja sama semua pihak, baik dari Kementrian Pertanian maupun Pemrov Sultra serta masyarakat yang terlibat mulai dari persiapan, pelaksanaan kegiatan dan sampai pada penutupan HPS,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments