
Baubau, Inilahsultra.com – Wilayah Kepulauan Buton (Kepton) saat ini telah diguyur hujan. Tak terkecuali Kota Baubau yang juga telah diguyur hujan di awal Desember 2019 ini.
Kepala BMKG Baubau, Fatuhri menuturkan, musim hujan tahun ini memang mundur dari rata-rata klimatologisnya.
“Biasanya wilayah Kepton sudah memasuki musim hujan pada pertengahan november. Namun kali ini, musim kemaraunya lebih lama dari biasanya sehingga musim hujan pun bergeser ke awal Desember,” tutur Fatuhri melalui pesan whatsappnya kepada Inilahsultra.com.
Akibat dari mundurnya masa musim hujan, kata dia, akan terjadi cuaca ekstrim di awal musim hujan ini.
“Yang perlu diwaspadai yaitu hujan deras yang disertai angin kencang dan petir,” ujarnya.
Hal ini terjadi, lanjut Fatuhri, karena massa udara lembab yang terakumulasi di atmosfir sehingga melepaskan energi panas latent-nya saat uap air berkondensasi menjadi butiran es di awan dan mencair hingga jatuh menjadi hujan.
“Maka akan terjadi pelepasan energi di awan secara elektrik berupa muatan listrik di awan (kilat/petir) dan secara fisis berupa arus udara turun (downdraft) yang menyertai turunnya hujan dari awan tebal yg menjulang tinggi (awan Cumulonimbus),” tukasnya.
Fatuhri menambahkan, peristiwa fisis udara turun dari awan inilah yang sering masyarakat sebut angin ribut, karena arahnya tidak menentu dengan kecepatan diatas 40km/jam.
Reporter: Muhammad Yasir




