
Kendari, Inilahsultra.com – Jenazah Praka Anumerta Risno, prajurit Batalyon Infanteri 725/Woroagi tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Haluoleo Kendari, Selasa 18 Februari 2020, sekira pukul 19.48 WITa.
Risno adalah salah satu korban jatuhnya Helikopter MI-17, di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, pada Jumat 28 Juni 2019 silam. Setelah jenazah tiba di Pangkalan Udara TNI AU, dilakukan upacara penyerahan jenazah.
Di hadapan awak media, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Andi Sumangeruka mengucapkan Inilaliahi Wainailaihi Rojiun, Kodam XIV/Hasanuddin tutut berduka cita atas musibah ini.
“Dari 12 korban jatuhnya Helikopter MI-17, lima dari Yonif 725 Woroagi. Dari lima itu, salah satu putra daerah Sulawesi Tenggara,” ucap mantan Kabinda Sultra ini.
Kata Jenderal bintang dua ini, jenazah Praka Anumerta Risno akan di semayamkan di Mako Yonif 725/ Woroagi yang terletak di Boro-boro, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Sementara empat jenazah sudah berada di kediaman masing-masing.
“Besok, jenazah Anumerta Praka Risno akan makamkan ke kampung halamannya yang terletak di Kabupaten Buton Utara (Butur). Kami mohon doa restu, agar proses pemakaman berjalan lancar,” sambungnya.
Pangdam XIV/Hasanuddin mengakui, proses pencarian helikopter MI-17
yang jatuh di Gunung Bintang memakan waktu lama. Pencarian terus dilakukan hingga akhirnya ditemukan, memakan waktu kurang lebih delapan bulan karena kondisi cuaca dan situasi di sana.
“Semua korban akan mendapat kenaikan pangkat, satu tingkat dari pangkat awal,” ucapnya.
Rencananya, besok Danrem 143 Haluoleo, Kolonel Infanteri Yustinus Nono Yulianto akan melepaskan jenazah untuk dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Buton Utara.
Penulis : Onno




