
Kendari, Inilahsultra.com – Plt Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Bahtermas Kendari dr Sjarif Subjakto membantah adanya pegawai melakukan mogok kerja.
Sebelumnya, diberitakan bahwa ada beberapa pegawai mogok karena alat pelindung diri (APD) tidak tersedia.
Menurut Sjarif, para pegawai yang berada di instalasi gawat darurat (IGD) diisolasi sementara karena pernah kontak dengan pasien yang belakangan dinyatakan positif virus corona.
Ia menjelaskan, sejak diberitakan ada tiga positif corona di Sultra, pihaknya langsung gerak cepat mengidentifikasi petugas IGD yang kontak dengan tiga pasien.
“Ketika diketahui pasien tersebut baru pulang umrah dan berobatnya langsung di IGD. Untuk tenaga kesehatan yang alami kontak, ada 30-an maka kita lakukan isolasi,” kata Sjarif, Jumat malam 20 Maret 2020.
Ia mengaku, isolasi ini sebagai langkah social distancing terhadap petugas medis yang pernah kontak dengan pasien. Dengan isolasi ini, menghindarkan mereka kontak dengan keluarga atau masyarakat sekitarnya.
“Mereka diisolasi di ruang super vip dua gedung dipakai. Satu ruang untuk perempuan satunya untuk laki-laki,” bebernya.
Ia menyebut, secara umum kondisi para petugas medis baik-baik saja meski ada beberapa yang mengalami keluhan flu ringan.
“Secara umum baik-baik saja. Bagi petugas yang masih sehat, bertugas di ruang isolasi. Bagi yang kurang sehat, istrahat dulu,” imbuhnya.
“Jadi kesan mogok itu tidak betul. Mogok itu tidak ada. Yang ada karena memang kita mengisolasikan petugas IGD yang ada,” tambahnya.
Ia menjelaskan, saat ini, RSU Bahteramas membuat dua IGD khusus untuk menerima pasien covid-19 dan khusus pasien umum.
“Untuk pasien yang biasa dengan keluhan penyakit biasa maka di IGD non covid. Jadi, istilah mogok tidak betul, kita sementara menata pola pelayanan yang baik,” tuturnya.
Meski demikian, Sjarif mengakui adanya minimnya alat pelindung diri bagi petugas rumah sakit.
“APD yang minimal masker N95, kita punya tujuh blok, hari ini bisa kita beli dan bisa mempunyai 600 APD masker N95. Kelangkaaan sudah umum dimana-mana tinggal kita mengatasinya. Kita punya uang untuk beli tapi tidak ada barangnya,” pungkasnya.
Penulis : Nur Kasri




