Jalan Sepi di Tengah Wabah Corona di Kendari, ABG Manfaatkan Jadi Balapan Liar

Beberapa remaja diamankan polisi karena terlibat balapan liar di tengah wabah virus corona. (Onno)

Kendari, Inilahsultra.com – Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memutuskan rantai penyebaran virus Corona (Covid-19). Salah satunya berdiam diri di rumah dan tidak melakukan aktivitas atau kegiatan yang melibatkan banyak orang serta tidak melakukan kontak fisik secara langsung dengan orang lain.

Di Kota Kendari, imbauan itu tidak berlaku bagi sekelompok anak baru gede (ABG). Seakan mereka tidak peduli dengan situasi yang terjadi.

Kondisi jalan akhir-akhir ini di Kota Kendari sepi, dimanfaatkan sekelompok remaja untuk melakukan balapan liar di Jalan Abdullah Silondae, Jalan Made Sabara, Jalan Malik Raya, Jalan Supu Yusuf dan Jalan Bay Pas Kota Kendari, Minggu 29 Maret 2020 dini hari.

-Advertisement-

Saat sedang asyik balapan liar, tiba-tiba aparat gabungan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Mandonga dan Satuan Sabhara Polres Kendari datang langsung membubarkan aksi jalanan tersebut.

Pembubaran ini dipimpin Kapolsek Mandonga AKP Ketut Arya Wijanarka SH SIK.

Kapolres Kendari AKBP Didik Erfianto SIK melalui Kapolsek Mandonga AKP Ketut Arya Wijanarka SH SIK mengatakan, awalnya personel gabungan sedang melakukan patroli. Namun, ada laporan dari masyarakat bahwa ada balapan liar. Sehingga tim gabungan bergerak ke arena untuk membubarkan.

“Sebelum kami bubarkan, akses jalan yang digunakan ditutup. Aksi mereka ini sudah sangat meresahkan masyarakat, khususnya pengguna jalan di Kendari,” ucap Arya kepada Inilahsultra.com, Minggu 29 April 2020.

Saat dibubarkan, sambung Arya, para pelaku balapan liar berusaha kabur dengan cara melawan arus yang dapat membahayakan keselamatan. Kejar-kejaran antara polisi dengan pelaku balapan liar pun terjadi.

Hasilnya tujuh unit motor berserta pengendaranya diamankan di Polsek Mandonga.

“Selanjutnya, kami serahkan ke Satlantas Polres Kendari guna dilakukan penindakan. Pelaku balapan liar rata-rata anak di bawah umur,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Konsel ini.

Perwira dengan tiga balok di pundak ini mengimbau kepada orang tua, agar senantiasa mengawasi dan memperhatikan anak-anaknya untuk tidak ikut melakukan aksi balap liar maupun hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas lainnya dan keresahan masyarakat.

“Kami berharap kepada masyarakat Kendari dan para orang tua, tidak membiarkan anak-anaknya melakukan balapan liar di tengah wabah virus Corona,” tutup Arya.

Penulis : Onno

Facebook Comments