
Kendari, Inilahsultra.com – Ratusan bahan peledak (Handak) tiba di Pelabuhan Bungkutoko, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin, 15 Februari 2021, sekira pukul 17.00 WITa.
Ratusan bahan peledak itu diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju Kendari dengan menggunakan Kapal KM Bahri 20. Rencananya, bahan peledak akan diantar di perusahaan tambang yang ada di Morowali, Sulawesi Tengah.
Handak yang tiba di Kendari yaitu 35.000 kilogram Ammonium Nitrate, 88.000 kilogram Emulsion, 6.000 kilogram Dinamit, 24.400 Pieces Detonator, dan 24.400 meter Lead In Line.
Saat dikonfirmasi terkait ini, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari, Andi Muhammad Sulaiman mengatakan, seluruh proses perizinannya dan pengawasan sesuai dengan peruntukannya. Pihak Syahbandar sudah berkoordinasi dengan pengawasan dari TNI-Polri.
“Memang ada bahan peledak masuk di Pelabuhan Bungkutoko Kendari sebanyak 142 ton. Saat ini sudah dilakukan pembongkaran sesuai dengan ketentuan, setelah diangkut handak itu harus secepatnya keluar dari pelabuhan,” ucap Andi Muhammad Sulaiman, Selasa 16 Februari 2021.
Menurutnya, prosedurnya barang peledak nomor satu itu, tiba dan harus dibongkar secepatnya dari pelabuhan. Tidak boleh berlama-lama di Pelabuhan.
“Pembongkaran sudah dilakukan, dimulai sejak pukul 2 malam, truk pengangkut langsung keluar dan semua sudah sesuai prosedur. Itu legal,” sambungnya.
Saat disinggung soal perusahaan tambang yang memesan handak tersebut dan digunakan atau digunakan untuk apa, Andi Muhammad Sulaiman mengaku tak mengetahui. Kata dia, itu dalam dokumen semua diawasi oleh TNI-Polri.
Dia juga mengakui, pada Kamis, 21 Januari 2021 pukul 14.30 Wita, bahan peledak tiba di Pelabuhan Bungkutoko. Handak itu berjumlah 115 Ton Amonium Nitrat yang dibagi menjadi 6 Kontainer.
“Iya, sebelumnya ada datang kapal kontainer muat 115 ton handak jenis Amonium Nitrat,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun handak yang tiba bulan Januari, handak sebanyak 115 ton itu, tiba di Kendari menggunakan kapal pengangkut petik kemas (kontainer).
Enam kontainer berisi bahan baku peledak tiba di Pelabuhan Pelindo Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.
Dihari yang sama, sekira pukul 15.00 WITa, dua kontainer langsung dibawa dengan menggunakan mobil puso kontainer dengan pengawalan Polisi.
Satu kontainer dibawa ke perusahaan di Desa Bandaeha, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara dan satu kontainer dibawa ke perusahaan di Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe.
Saat dikonfirmasi terkait ini, pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara enggan memberikan jawaban. Padahal, kegiatan pembongkaran di Pelabuhan Bungkutoko dikawal oleh pihak kepolisian.
Penulis : Onno




