
Raha, Inilahsultra.com – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Muna, Sukarman La Loke akan berangkat ke Jakarta mengurus nomor induk pegawai (NIP) 19 Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) formasi tahun 2019 yang belum keluar.
Selama ini, kata Sukarman, bukan tidak ingin menemui para CASN itu atau menghindari, tetapi pihaknya geram dengan isu – isu yang beredar. Tetapi selama menghidari mereka, pihaknya juga selalu membantu dalam proses NIP yang belum keluar atau masih berkendala itu.
“Makanya saya bukanya tidak ingin temui mereka, tetapi dalam prosesnya saya bantu,” Kata Sukarman saat dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya,” Rabu, 20 April 2021.
Untuk itu, keseriusan Sukarman dalam membantu nasib 19 CASN yang belum mendapatkan NIP, sore ini dirinya berangkat langsung di Jakarta. Siang tadi dirinya mengaku masih di Kendari mengikuti Musrembang.
“Lagi di Kendari. saya mau ke Jakarta sebentar sore ini mau urus NIP nya mereka. Hanya tidak mau sabar mereka,” jelas Sukarman.
Sebelumnya, para CASN ini sudah mengadukan nasib mereka di DPRD Muna. Mereka kesal dengan pihak BKSDM Muna yang dalam perjalanannya usai melakukan orientasi sampai detik ini NIP mereka belum keluar juga.
Untuk itu, pihak DPRD Muna saat menerima langsung para CASN itu berjanji akan memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak mereka. Bahkan, Komisi I di DPRD Muna akan mengawal sampai di BKN.
Sementara, alasan dari pihak BKSDM Muna, tidak keluarnya NIP mereka karena terkendala dengan berkas. Dari 19 CASN itu, dua CASN bermasalah karena pindah formasi. Sementara yang lainya karena pada saat pengaplotan berkas melalui akun pribadi mereka beberapa berkas tidak valid, seperti Ijazah buram atau berkas lainnya yang tidak mendukung.
Terkait persoalan itu, dalam hearing yang dilakukan Komisi I DPRD Muna, setelah mendengarkan apa yang menjadi keluhan CASN, bersepakat untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak 19 CPNS ini.
“Saya kira kita sudah dengarkan sesama, jadi kita akan memperjuangkan hak-hak anda walaupun sampai titik darah terakhir. Harus, tidak bisa diamputasi ade – ade,” Kata Ketua Komisi I, La Usa dalam menerima CASN di Kantor DPRD Muna beberapa waktu lalu.
Reporter : Muh Nur Alim




