Diduga Lecehkan Staf Dapur, Oknum Kepala SPPG di Kota Baubau Dilaporkan ke BGN

Ruang kerja MA.

Baubau, Inilahsultra.com – Seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN), terkait dugaan pelecehan terhadap salah seorang staf dapur yang dipimpinnya.

Kepala SPPG tersebut, diketahui berinisial MA sementara korban diketahui berinisial WD.

Dalam surat aduannya ke BGN, disebutkan jika dugaan pelecehan itu bermula saat pelaku kerap mengirim pesan video menggunakan akun media social ke korban. Namun korban tidak pernah merespon pesan video tersebut.

-Advertisement-

Bukannya berhenti sekali, pelaku justru semakin menjadi. Berulang kali video pendek berbau pornografi dikirim pelaku ke korban.

Video pertama yang dikirim menggambarkan suasana hujan dengan diikuti tulisan “kamu kalo tiba tiba aku nyosor ke b***r kamu, kamu marah ga sayang”.

Di video kedua, menggambarkan sepasang pria dan wanita dalam kamar hotel sedang berhubungan layaknya suami istri.

Dan video lainnya, menggambarkan sepasang pria dan wanita dalam kamar yang sedang berciuman dengan tulisan “I miss you”.

Atas perbuatan pelaku, korban merasa trauma dan takut untuk menjelankan tugasnya sebagai salah satu staf dapur.

Sementara itu, MA saat dikonfirmasi baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, tidak memberikan respon dan terkesan menghidar. Bahkan beberapa nomor kontak sejumlah awak media yang mencoba melakukan konfirmasi, justru di blokir.

Upaya konfirmasi juga dilakukan sejumlah awak media dengan mendatangi kantor MA, Rabu 17 Desember 2025, namun tidak berhasil.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Baubau, Hamiruddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya aduan terhadap salah satu kepala SPPG tersebut.

“Sudah ditangani langsung BGN Regional Sultra. Hasilnya nanti akan dibuatkan pernyataan resmi dari pihak regional Sultra,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telepon selularnya, Rabu malam 17 Desember 2025.

“Sebenarnya ini masih urusan internal, tapi sudah di proses tinggal tunggu hasil. Dan nanti akan disampaikan juga ke pihak yayasan yang tangani dapur itu untuk hasil investigasnya,” tambahnya.

Diwaktu terpisah, pemilik yayasan dari dapur yang dipimpin oleh pelaku saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak.

“Itu urusannya BGN, Kalau mau tau hasilnya langsung ke BGN saja,” ucap singkat seorang pengurus yayasan. (R1)

Facebook Comments