Premium Langka, Sopir Angkutan Umum di Buton Mogok Kerja

Para sopir angkutan umum melakukan aksi mogok kerja dan menggelar dialog dengan pemilik SPBU di Aula Polres Buton, Senin, 25 September 2017.


Pasarwajo, Inilahsultra.com – Sejumlah sopir angkutan umum di Pasarwajo Kabupaten Buton melakukan aksi mogok, Senin, 25 September 2017. Aksi itu dipicu kelangkaan BBM jenis premiun belakangan ini.

Untungnya, Polres Buton memfasilitasi pertemuan antara para sopir dengan pihak Pertamina di Aula Polres Buton. Pada umumnya, para sopir ingin mengetahui penyebab kelangkaan BBM tersebut.

-Advertisement-

Salah seorang sopir Jasmin menuding, ada aksi penimbunan sehingga menyebabkan kelangkaan BBM jenis premiun. Pasalnya, jumlah kendaraan tidak terlalu banyak.

“Kami datang kesini agar tidak ada lagi penimbunan BBM dan dipastikan BBM premium harus tetap ada,” ujarnya.

Dia mengaku, aksi yang dilakukan bersama rekan-rekannya merupakan spontanitas. Mereka meminta agar stok premium di SPBU Pasarwajo harus tetap tersedia sehingga tidak menyebabkan antrian panjang.

“Angkutan sangat menderita dan tertekan dengan adanya penimbun, bahkan kalau mobil Pertamina usai mengisi tangki, dua jam terlambat tidak akan dapat BBM lagi,” ujarnya.

Makanya, para sopir mengancam akan melakukan aksi besar-besaran kalau penimbunan BBM masih terjadi.

“Kami sangat menderita jika BBM yang disubsidi pemerintah untuk angkutan malah diberikan kepada orang lain,” cetusnya.

Alfian, pemilik SPBU Pasarwajo menjelaskan, sejak bulan mei lalu jatah premium sudah dikurangi. Padahal satu SPBU melayani mulai dari Kecamatan Wabula sampai Kamaru.

“SPBU hanya satu dan dibagi-bagi supaya semua mendapat premium yang disubsidi. Ini karena pembatasan BBM subsidi. Kami sudah berusaha memaksimalkan juga penyalurannya,” terangnya.

Menurut Alfian, BBM premiun biasanya masuk pada sore hari atau siang. Dalam seminggu, SPBU Pasarwajo mendapatkan jatah empat kali dan harinya tidak menentu. Padahak, SPBU tersebut melayani untuk Kecamatan Pasarwajo, Wabula, Wolowa; Lasalimu, dan Lasalimu Selatan.

“Penyalur dari Matanauwe Lasalimu pasti akan kecewa jika tidak diberikan BBM jenis premium. Pasti mereka juga bisa demo besar-besaran jika tidak dikasih jatah. Makanya kita bagi-bagi,” ujarnya.

Wakapolres Buton Kompol Arnold Van Bollow SIK mengatakan, polisi dan TNI akan mengawasi penyaluran BBM premiun sejak Senin, 25 September 2017.

“Kita akan awasi langsung. Mobil itu satu hari melakukan pengisian satu kali. Jika lebih perlu dicurigai dan akan langsung diamankan,” katanya.

Menurut dia, pihaknya akan membentuk tim untuk penanganan masalah tersebut. Jika ditemukan pelaku penimbunan akan langsung diamankan.

“Memang BBM jenis premium sudah dibatasi bahkan nanti premium akan habis. Namun saat ini masih disubsidi pemerintah. Mulai hari ini penimbunan akan dibersihkan, ini sudah meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Reporter: Nia
Editor: Din

Facebook Comments