
Kendari, Inilahsultra.com – Rivalitas sesama kader Partai Amanat Nasional (PAN) pernah terjadi di Pemilihan Wali Kota Kendari antara Adriatma Dwi Putra dan Abdul Rasak.
Keduanya sama-sama maju dan saling berlawanan. PAN memberikan dukungan kepada ADP, sedangkan Rasak memilih melawan dengan mengendarai NasDem dan Golkar.
Rivalitas sesama kader matahari terbit kembali terjadi di Pilwali Baubau antara incumbent AS Thamrin dan Roslina Rahim.
Di Pilwali Baubau, DPP PAN telah mengeluarkan SK kepada AS Thamrin. Meski pintu PAN sudah terturup, Ketua DPRD Kota Baubau Roslina Rahim tak patah arang. Terakhir, adik kandung mantan Ketua DPW PAN Sultra Umar Samiun ini mendapatkan dukungan dari Hanura dan PKB.
Rivalitas kedua kader ini ditanggapi biasa oleh Wakil Ketua DPW PAN Sultra Suwandi Andi.
Menurut Suwandi, kader PAN harus tunduk pada seluruh keputusan DPP. Bila partai sudah mengintruksikan memenangkan AS Tamrin, maka seluruh kader harus mengikut.
“Keputusan akhir dari DPP itu dimana. Kalau ke Thamrin, maka kader partai harus ikut,” tegas Suwandi, Rabu, 8 November 2017.
Menurut dia, siapa pun yang tidak indahkan perintah partai, maka akan diberikan teguran.
“Entah teguran tertulis atau apa, pasti ada (sanksi),” katanya.
Roslina, lanjut Suwandi, menjadi ketua DPRD Kota Baubau itu merupakan bagian dari kebijakan PAN.
Namun, bila dia belakangan harus maju dan melawan keputusan partai, maka itu adalah hak Roslina.
“Seperti di Kota Kendari kemarin, Rasak. Dia keluar dari partai. Partai ini punya mekanisme. Kader yang tidak tunduk maka ada mekanisme partai,” tekannya.
Menurut dia, keputusan DPP PAN sudah final untuk Thamrin dan sudah diinstruksikan kepada seluruh kader di wilayah Baubau dan Buton untuk merapatkan barisan memenangkan Thamrin.
“Tidak boleh tidak. Harus mendukung kader yang diusung partai,” katanya.
Roslina dan keluarganya memiliki riwayat darah biru di PAN.
“Tapi inilah semua warga memiliki hak yang sama. PAN tidak bisa memaksa kader untuk dilarang maju. Hal itu juga tidak terlepas dari keyakinan ibu Roslina juga ingin maju,” paparnya.
Majunya dua kader ini, tidak membuat dilema di tingkat DPW PAN Sultra. Karena, kasus serupa pernah terjadi di Kota Kendari.
“Kita biasa saja. Karena banyak hal seperti di Kota Kendari dan kita terbiasa,” terangnya.
Namun, dia kembali mengingatkan kepada kader yang loyal kepada Roslina. Mereka harus tunduk pada segala keputusan partai.
“Pasti ada loyalis Roslina, tentu kita harus maklumi. Tapi, kalau kader tidak boleh tidak. Kalau Roslina memilih jalur lain tidak bisa diganggu sedikit pun,” tuturnya.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Din




