
BURANGA/inilahsultra.com- DPRD Buton Utara (Butur) menyoroti kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terkait jatuhnya korban demam berdarah dengue (DBD). Hingga satu bulan terakhir sudah 3 orang meninggal dunia dan beberapa orang dirawat intesif.
Sorotan itu dilontarkan Ketua Komisi III DPRD Butur Abdul Manan Gani. Pria yang kerap dipanggil Paman ini mengatakan, seharusnya Dinkes Butur lebih duluan mengantisipasi penyebaran DBD sebelum korban berjatuhan.
“Ini kan karena Dinkes lambat menangani DBD. Nanti sudah berjatuhan korban baru lakukan langkah-langkah atau fogging. Seharusnya sudah diantisipasi memang dari awal,” kata Manan.
Oleh karena itu, Manan mendesak kepada Bupati Butur Abu Hasan segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinkes Butur, dr Kasrul.
“Jadi kepala dinas kesehatan harus bertanggung jawab karena terlambat menangani DBD. Bupati harus tegas, karena ini menyangkut nyawa manusia, jangan jabatan disayang daripada nyawa manusia,” tegas politikus PAN ini.
Menurut Manan, dengan adanya korban meninggal dan beberapa orang kini dirawat, maka kondisi itu sudah masuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Sehingga pemerintah harus lebih serius menangani kasus ini.
“Harus ditangani secepatnya. Jujur saja kita sangat prihatin dan sedih atas kondisi ini,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak Dinkes sendiri membantah kalau pihaknya terlambat menangani persoalan DBD. Bantahan tersebut melalui Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Butur, Muh Darlan ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/2/2017).
Menurut dia, ketiga warga tersebut meninggal dunia karena terlambat dibawah ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Olehnya itu, Darlan mengimbau kepada masyarakat Butur jika terkena demam, segera menyambangi Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat agar segera diperiksa dan memastikan apakah positif terkena DBD atau tidak.
“Jika dibiarkan berlarut-larut tak mendapatkan pertolongan medis secepatnya, akan berujung pada kematian,” imbuhnya.
Menurut dia, saat mendapat informasi adanya korban DBD, pihaknya langsung bergerak melakukan tindakan pengasapan atau fogging.
Beberapa titik di Kecamatan Kulisusu Utara sebagai daerah endemik DBD diantaranya, Desa Erenere, Ulunambo, dan Wamboule.
Informasi terkini yang dihimpun media Inilahsultra.com, korban diakibat virus nyamuk mematikan itu bertambah lima orang. Jadi secara keseluruhan yang masih dirawat intesif sebanyak tujuh orang. (R)




