
Jasad warga Muna dikeluarkan dari perut ular piton
Raha, Inilahsultra.com – Rumah duka Wa Liba (57) di Desa Lawela Kecamatan Loghia Kabupaten Muna dipenuhi pelayat, Jumat 15 Juni 2018.
Warga begitu kaget dengan peristiwa meninggalnya perempuan paruh bayah itu yang ditelan ular piton sepanjang enam meter.
Jasad almarhumah ditemukan dalam perut ular besar dalam keadaan mengenaskan.
Tak ada isyarat apa-apa dirasakan keluarga sebelum almarhumah diterjang ular.
“Beliau hanya izin mau ke kebun tadi malamnya,” ungkap Ana, tetangga korban.
Dari keluarga dan aparat kepolisian, diperoleh kronologi sebelum korban ditelan ular.
Pukul 17.00 WITA, Kamis 14 Juni 2018
Korban mulai menyiapkan berbagai perlengkapan baca-baca. Ia memasak lapa-lapa dan berbagai macam makanan lainnya.
Pukul 19.00 WITA
Korban pergi ke kebun untuk sekadar mengecek kondisi tanaman jagungnya yang dikhawatirkan dimasuki hewan (babi).
Jarak rumah korban dengan kebunnya kurang lebih 300 meter.
Pukul 20.00 WITA sampai 06.00, Jumat 15 Juni 2018
Korban tidak kunjung pulang ke rumahnya.
Anak korban menyampaikan ke warga bahwa orang tuanya sejak semalam belum pulang. Padahal, paginya akan pergi sembahyang Salat Idulfitri.
Pukul 07.00 WITA hingga 09.00 WITA
Keluarga mulai melakukan pencarian. Beberapa warga yang baru pulang Salat Idulfitri turut mencarinya.
Pukul 09.00 WITA
Warga bernama La Edi (42) mengaku bahwa dirinya yang terakhir datang di kebun korban. Dalam firasatnya, ia menduga korban meninggal ditelan ular.
Namun, kabar ini tidak membuat warga lain percaya.
Untuk membuktikan ketidakpercayaan warga, La Edi langsung menelusuri jejak bau amis yang diciumnya.
Setelah berjalan kurang Lebih 45 meter tiba-tiba ia melihat ular besar yang hendak masuk ke dalam lubang.
Warga langsung bergegas dan menarik ular yang sempat melawan. Sukses melumpuhkan ular, warga langsung memikul ular yang diduga di perutnya terdapat korban.
Usai dibelah, dari dalam perut ular tersebut terlihat jasad korban telah meninggal dunia.
Atas peristiwa ini, Kapolsek Katobu Iptu Hamka mengimbau seluruh masyarakat agar berhati-hati saat ke kebun.
“Diupayakan saat ke kebun jangan sendiri tapi harus ada orang yang menemani,” imbaunya.
Penulis : Iman Supa
Editor : La Ode Pandi Sartiman




