
Kendari, Inilahsultra.com – Petugas saat ini sudah mengantongi indentitas pelaku penculikan dan kekerasan seksual yang terjadi di Kota Kendari, diduga pelakunya adalah oknum anggota TNI.
Hal itu dibenarkan oleh Dandim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya, Senin 29 April 2019.
Ia menuturkan, sejak satu tahun lalu oknum tentara berinisial AP tercatat
lari meninggalkan dinas ketentaraan atau disersi dari Yonif 725/Woroagi.
“Jadi AP berpangkat Prada dan sudah keluar dari kesatuan sejak satu tahun yang lalu serta tidak tercatat lagi sebagai prajurit,” ucap Fajar Lutvi Haris Wijaya saat ditemui di hutan Nanga-nanga, Senin 29 April 2019 malam tadi.
Selain melibatkan polisi, jajaran TNI turut serta mengejar pelaku.
Menurut dia, hal ini sebagai bentuk kewajiban moral yang harus dilakukan oleh TNI untuk mengejar dan menangkap pelaku.
“Kami bersama Kapolres Kendari akan melakukan penangkapan secara bersama-sama,” tegas perwira dengan dua melati di pundak itu.
Untuk diketahui, Dandim 1417/Kendari bersama anggota TNI lainnya serta Jajaran Polres Kendari turun langsung dan ikut melakukan pencarian terhadap pelaku di dalam hutan belantara Nanga-nanga.
Sedangkan motor metic berwarna hitam yang digunakan pelaku, saat ini sudah diamankan di Mako Polres Kendari. Hingga berita ini diterbitkan gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran.
Penulis : Onno




