
Kendari, Inilahsultra.com – Ratusan warga Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, hingga Selasa 11 Mei 2019, masih mengungsi karena banjir belum juga surut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari Suhardin mengatakan, saat ini kondisi air masih menggenangi rumah warga setinggi betis orang dewasa. Sehingga, masyarakat korban banjir masih bertahan di tenda pengungsian.
“Sebanyak 647 jiwa terdiri dari 150 kepala keluarga (KK) di sekitaran kali Wanggu masih mengungsi dan belum bisa kembali ke rumah masing-masing,” kata Suhardin saat ditemui di lokasi banjir, Selasa 11 Mei 2019.
Suhardin merinci, sebelum bulan puasa, terjadi dua kali banjir di pemukiman warga sekitaran kali Wanggu.
Saat itu lah, warga mulai mengungsi di tenda samping jalan. Banjir ketiga kembali datang saat jelang Idulfitri. Pengungsi makin bertambah.
“Kita stanby di sini mendirikan tenda pengungsian dan memberikan pertolongan kepada warga korba banjir mulai sejak 28 Mei hingga 11 Juni 2019 ini masih tetap siap siaga,” jelasnya.
Ia berharap hujan lebat tidak lagi mengguyur Kota Kendari. Namun, kondisi cuaca yang diprediksi masih hujan, membuat masyarakat belum bisa kembali ke rumahnya.
“Saya lihat kondisi air saat ini hanya turun beberapa sentimeter, satu atau dua hari ke depan warga belum bisa kembali ke rumahnya dan masih tetap bertahan di tenda pengungsian,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain mengungsi di tenda, ada beberapa korban banjir yang mengungsi di masjid.
“Kemarin pak wali kota sudah mengecek kondisi korban banjir yang mengungsi di masjid dan alhamdulilah kondisi mereka dalam keadaan baik,” tuturnya.
Suhardin menjelaskan, hujan di Kota Kendari dimulai sejak Januari dan Februari 2019. Hanya saja, tidak menimbulkan banjir.
“Puncak hujan masuk pada Mei sampai Juni yang mengakibatkan banjir dan meluapnya kali Wanggu sehingga air masuk dalam rumah warga,” jelasnya.
Penulis : Haerun




