Pemkab Mubar Pantau Kondisi Kesehatan 18 ODP dan 493 OTG Mayoritas Perantau

Pihak Polsek bersama Pemerintah Daerah melakukan sosialisasi himbauan penanggulangan Covid-19 di Pasar Barangka. (Muh Nur Alim)

Laworo, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus memantau kondisi kesehatan 18 warga dengan status orang dalam pengawasan (ODP) dan 493 orang tanpa gejala (OTG).

Mayoritas yang dipantau ini adalah warga Mubar yang pulang dari perantauan seperti di Malaysia.

Kepala Dinas Kesehatan Mubar, LM Ishar Masiala mengatakan saat ini 18 ODP itu tetap dalam pementauan yang melibatkan masing-masing wilayah baik itu dari puskesmas, camat maupun kepala desa setempat.

-Advertisement-

“Kita tetap pantau. Sekarang mereka kita suruh isolasi diri dulu dalam rumah selama 14 hari. Kalau untuk PDP belum ada,” Kata Ishar saat dihubungi, Senin 30 Maret 2020.

Ishar menyebut, pemberian status ODP ataupun OTG kepada warga ini setelah melakukan pendataan di lapangan bekerja sama dengan satgas penanganan kasus Covid-19 Mubar.

“Itu keseluruhannya dari luar daerah. Dan ini data sementara kita, karena tiap hari juga kita melaporkan ini di pemerintah daerah,” jelas Ishar.

Lanjut Ishar, penanganan Covid-19 ini pihaknya menunjuk 4 puskesmas sebagai rujukan ketika ada masyarakat yang mengalami gejala ketika sudah terinfeksi virus corona.

Masing-masing puskesmas itu adalah Puskesmas Lawa, Tiworo Tengah, Puskesmas Wuna dan Puskesmas Guali. Saat ini empat puskesmas itu sudah memiliki alat pelindung diri (APD) standar dan setiap puskesmas disiapkan lima pasang.

“Jadi semua sudah siap. tetapi untuk pusat rujukanya itu di Muna induk,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk pusat rujukan masing-masing puskesmas yang ditunjuk itu, pusat rujukanya di RSUD Mubar. Untuk APD lebih banyak diberikan ke puskesmas sekitar 50 lembar.

“Kalau ada kasus di puskesmas, pusat rujukanya di RSUD Mubar dan untuk ruang isolasinya sudah disiapkan 1 ruangan. APD-nya juga sudah ada dan disiapkan itu 30-50 lembar. Kemudian tidak serta merta juga dirujuk di Kabupaten Muna. Yang boleh dirujuk dia kecuali katakan dengan ODP yang sesak berat. Tetapi kalau sesak ringan biar dirawat di sana (RSUD Mubar),” ucapnya.

Ishar berharap wabah virus corona ini secepatnya tumpas. Ia meminta agar seluruh stakeholder bisa memutus mata rantai dengan mengikuti imbauan pemerintah.

“Menangani virus ini kita tetap bekerja bersama pemerintah daerah dalam hal ini camat, kepala desa, polsek dan koramil untuk memonitor masyarakatnya yang datang dari daerah lain. Kemudian kalau dalam pemeriksaan atau screening dan masuk dalam ODP dianjurkan dulu jangan keluar rumah,” harapnya.

Ia menuturkan, dalam penanganan Covid-19 ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di masyarakat dengan melibatkan semua Kapolsek dan Danramil.

Penulis : Muh Nur Alim

Facebook Comments