Syarifuddin Mafu
Raha, Inilahsultra.com – Penyidik Polres Muna Dianggap kurang serius mengungkap misteri pembunuhan seorang pensiunan PNS Muna (Wa Ode Faisa), warga Lorong Kancil Kelurahan Watonea Kecamatan Katobu Kabupaten Muna, 17 April 2017 lalu.
Dalam penyelidikan kasus ini telah memasuki dua bulan. Namun, polisi belum berhasil mengungkap siapa pelakunya sehingga keluarga korban mempertanyakan profesionalisme kepolisian.
Salah satu adik korban, Syarifuddin Mafu mengaku sangat menyayangkan bila kendala penyelidikan karena kondisi TKP telah rusak. Sebab itu hanya sebuah alasan kurangnya SDM serta ketidakmampuan Polres Muna mengungkap sebuah perkara.
“Jangan membuat krisis kepercayaan publik semakin tinggi dan memunculkan persepsi negatif serta mosi tidak percaya terhadap institusi kepolisian (Polres Muna) yang terkesan tidak serius dan tidak profesional untuk mengusut pelaku dan motif pembunuhan,” ungkapnya saat ditemui di kediaman almarhumah Waode Faisa, Jumat, 9 Juli 2017.
Syarifuddin menganggap, Polres Muna telah gagal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Makanya pihak keluarga korban mengirim surat pernyataan sikap yang ditembuskan kepada Mabes Polri, Ombudsman RI, serta Polda Sultra.
“Hari ini kami sudah mengirimkan melalui email dan juga ke beberapa anggota DPR RI wilayah Sultra,” ungkapnya.
Syarifuddin menuturkan, tuntutan pihak keluarga cuma satu yakni mengungkap pelaku pembunuhan itu secepatnya dan melakukan proses hukum seadil-adilnya.
“Ini semua kami lakukan agar Polres Muna bekerja maksimal dan profesional untuk mengungkap pelaku pembunuh kakak saya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih mendalami dan menyelidiki siapa pelaku pembunuhan sadis itu.
“Kami masih lakukan upaya untuk ungkap kasus ini,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Senada dengan itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Muna, Iptu Fitrayadi mengatakan, meski minim barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya tetap intens melakukan penyidikan serta berkeyakinan segera mengungkap pelaku pembunuhan.
Dia mengakui, polisi berhati-hati dalam menetapkan tersangka walaupun sejumlah saksi telah di periksa. Sebab kasus tersebut terbilang keji dan rapi.
“Kami tetap optimis bisa ungkap siapa pelaku,” tegasnya saat dihubungi melalui WhatsApp.
Reporter: Iman
Editor: Din




