
Amirul Tamim
Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Amirul Tamim akan terus memperjuangkan penambahan kursi di daerah pemilihan Sultra.
Kepada Inilahsultra.com, Amirul memastikan, Sultra akan menambah jatah kursi di DPR RI. Dia mengusulkan, Sultra ditambah dua kursi, dari lima menjadi tujuh kursi.
“Yang jelas, kemarin saya usulkan tambahan dua kursi. Kemungkinannya juga kita bisa bertambah hanya satu kursi jadi enam kursi,” ungkap Amirul belum lama ini.
Amirul mengaku, saat ini DPR RI tengah membahas rancangan UU Pemilu. Salah satunya penambahan jumlah kursi.
Ada tiga opsi yang ditawarkan dalam rapat itu. Namun, yang disepakati adalah tidak ada pengurangan, melainkan adanya penambahan.
Penambahan itu, terjadi di daerah daerah yang memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak.
“Penambahan itu karena ada satu provinsi baru yang terbentuk, Kalimantan Utara. Ada usul bahwa Kaltara tetap diberikan tiga kursi, namun Kalimantan Timur berkurang kursinya. Tapi, ini bisa memunculkan masalah baru. Karena, apakah Kaltim mau,” katanya.
Khusus Sultra sendiri, jumlah penduduknya hampir sama dengan Sulut dan Sulteng. Namun, jumlah administrasi pemerintahannya jauh berbeda. Sulteng sendiri hanya delapan kabupaten atau kota, sedangkan Sultra memiliki 17 kabupaten atau kota. Sulteng dan Sulut mendapat jatah enam kursi, sedangkan Sultra hanya lima kursi.
“Sejak awal kami lihat pembagian kursi dapil ada ketidaksesuaian dan konsisten terhadap UU. Dalam UU, diatur berdasarkan jumlah penduduknya. Tapi, fakta di lapangan kami melihat ada beberapa daerah dengan jumlah penduduk sama dan daerah administrasi sedikit, mendapatkan lebih banyak kursi,” jelasnya.
Dia menuturkan, dari total 560 kursi di DPR RI, kemungkinan besar ada penambahan 19 kursi. Untuk tiga kursi dipastikan diberikan kepada Provinsi Kaltara.
“Untuk Sultra kita usulkan dua kursi tambahan. Doakan, agar lobi politik kita lintas fraksi bisa tercapai. Saya masuk di pembahasan UU Pemilu ini selain mewakili PPP juga mewakili Sultra agar ada tambahan kursi,” tuturnya.
“Kalau hanya lima kursi, itu tidak mewakili Sultra. Butuh tambahan lagi. Sebab, kalau dilihat dari demografi politik, kita ini sangat heterogen,” pungkasnya.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Din




