
Ketua KNPI Butur, Rahman saat memberikan sambutan pada acara dialog dan pelatihan sistem pertanian organik di Kecamatan Wakorumba Utara
Buranga, Inilahsultra.com– Sebagai langkah meningkatkan pemahaman bagi para petani lokal agar semakin memiliki sistem dan cara bertani yang maju, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buton Utara (Butur) bersama Gerakan Pemuda Pesisir Nusantara( GP2N) Sulawesi Tenggara, menggelar dialog publik ketahanan pangan.
Selain dialog, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelatihan sistem pertanian alami organik berbasis lokal desa, dipusatkan di Kecamatan Wakorumba Utara, selama dua hari yakni dari tanggal 28-29 Juli 2017. Dialog ini mengangkat tema mari bertani, mari bangun kedaulatan pangan.
Ketua KNPI Butur, Rahman mengatakan, dengan terselenggaranya kegiatan dialog dan pelatihan para petani diharapkan bisa memiliki niat yang kuat untuk memanfaatkan segala potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada.
“Daerah kita sangat subur, dengan kondisi seperti ini tentu kita berpikir positif bagaimana untuk memajukan daerah pada sektor pertanian,” kata Ketua KNPI Butur Rahman, Minggu 30 Juli 2017.
Olehnya itu, KNPI Butur ingin berkontribusi dari berbagai sisi. Tentunya saja diharapkan bermanfaat bagi petani.
“Kegiatan ini juga sebagai dukungan untuk mewujudkan program pemerintah daerah yaitu menjadikan Butur penghasil pertanian organik,” ujarnya.
Rahman juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan itu, hingga pihaknya dipercaya sebagai salah satu organisasi yang memberikan kontribusi untuk kemajuan para petani.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GP2N Sultra yg telah membangun kerjasama dan melibatkan KNPI untuk menyelenggarakan kegiatan yg cukup besar seperti ini,” ucapnya.
Sebagai lembaga pemuda, sambung anggota legislatif Butur ini KNPI siap menjalin kerjasama dengan organisasi lainnya dalam rangka membangun daerah.
Dalam kegiatan itu ikut menghadirkan narasumber, yakni staf ahli DPR RI fraksi PKB, Dandim Muna, Kepala Bulog Sultra, Litbang Kementerian Pertanian Sultra, Kadis Pertanian Butur, dan beberapa pemateri yang berkompoten dibidang pertanian.
Editor : Rido




