10 Tahun Lalu Kendari Daerah Terkotor, Sekarang Dapat Adipura Beruntun

Wakil Wali Kota Kendari Musadar Mappasomba, Ketua DPRD Samsuddin Rahim, dan Sekot Alamsyah Lotunani saat menunjukkan plakat Adipura.


Kendari, Inilahsultra.com – Sekitar 10 tahun lalu, Kota Kendari dinyatakan sebagai daerah terkotor. Kala itu, Kendari masuk 10 besar daerah terkotor yang disematkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Kendari Musadar Mappasomba saat menerima tiga pelakat penghargaan Adipura, Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah terbaik se-Indonesia dan Adiwiyata yang diraih SD Negeri 8 Mandonga.

-Advertisement-

Menurut dia, yang dicapai hari ini tidak lepas dari semangat wali kota dan SKPD yang akhirnya menular ke masyarakat. 10 tahun lalu, saat orang lain merayakan tahun baru, Wali Kota Kendari Asrun mengumpulkan pejabat di rujab pertama kali.

“Untuk melalukan terobosan karena Kendari dicatat sebagai salah satu daerah terkotor. Kita masuk enam besar daerah terkotor,” kenang Musadar Mappasomba, Kamis, 3 Agustus 2017.

Melalui kerja keras, akhirnya Kota Kendari mendapatkan prestasi Piala Adipura.

“Tahun berikutnya mencanangkan adipura dan pada tahun itu kita dapat. Ini melalui kerja keras semua elemen karena menanamkan empat prinsip kerja,” paparnya.

Dia menyebut, Kota Kendari tercatat mendapatkan dua kali penghargaan Adipura Kencana dan masuk kategori sembilan kali berturut-turut dapat gelar tersebut.

“Makassar dan Bandung ramai di medsos, di kita biasa saja,” paparnya.

Prestasi ini, lanjut dia, tidak terlepas dari kerja keras Almarhum Tin Farida yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan Kota Kendari.

“Apa yang kita raih hari ini tidak terlepas dari kerja keras beliau,” tuturnya.

Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto

Facebook Comments