
Agus Sana’a (kanan).
Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sultra tegas menyatakan tidak akan mengeluarkan rekomendasi kepada calon gubernur yang berpotensi korupsi.
“Walaupun surveinya tinggi kalau orangnya berpotensi korupsi, itu tidak akan direkomendasi, kalau PDIP merekomendasi baru berpotensi korupsi, ini akan merugikan partai,” terang juru bicara PDIP Sultra, Agus Sana’a di Kantor PDIP Sultra, Jumat 4 Agustus 2017.
Menurut Agus, untuk mengetahui kalau yang bersangkutan berpotensi korupsi, PDIP akan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Hipsi) dalam uji kelayakan dan kepatutan calon yang akan dilaksanakan setelah survei.
“Kalau hasil survei selesai dalam waktu dekat semua berkas akan diserakan langsung ke DPP, kemudian DPP akan melakukan uji kelayakan kepada para calon. Setelah itu akan dikompilasi dengan hasil survei, disitulah keputusan akan di keluarkan siapa yang dipercayakan,” kata Agus.
Agus menyatakan, apapun keputusan DPP harus dihormati, baik oleh kader sendiri maupun non-kader. “Saya prediksi kira-kira keputusan akan diumuman itu pada bulan September,” katanya.
Diketahui, sebanyak sepuluh bakal calon yang telah terdaftar di PDIP yaitu, Ali Mazi, Lukman Abunawas, Ridwan Bae, Hugua, Asrun, Rusda Mahmud-Sjafej Kahar, Rusman Emba, Supomo, Abdul Rahman Farisi (ARF), Tina Nur Alam.
“Walaupun sebagian cagub ini tidak mengikuti tahapan pertama pemaparan visi misi, akan tetap kami serahkan berkasnya, dan itu akan dilampirkan dengan catatan khusus,” jelasnya.
Penulis: Haerun
Editor : Jumaddin Arif




