
La Ode Zainudin Napa
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Buton expo akan memeriahkan Festival Budaya Tua Buton yang akan digelar mulai 19-25 Agustus 2017. Buton expo akan menampilkan pembangunan lima tahun pasangan Samsu Umar Abdul Samiun-La Bakry sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buton.
Selain Buton Expo, sejumlah kegiatan budaya lainnya akan ikut ditampilkan dalam festival yang memasuki tahun kelima itu.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Zainudin Napa mengungkapkan, rangkaian kegiatan budaya yang akan dilaksanakan antara lain, Ritual Posuo (pingitan), Ritual Tandaki, Ritual Pekandekandea, Ritual Pedoledole dan ditutup Tarian Kolosal.
Tarian ini nantinya akan menampilkan 10 ribu penari.
Zainudin Napa menjelaskan, ritual Doledole merupakan tradisi tua berupa imunisasi alamiah masyarakat Buton yang diwariskan secara turun temurun.
Prosesi ini dilaksanakan untuk anak yang berumur di bawah lima tahun. Biasanya, dilengkapi pemberian nama bagi anak. Pada kali ini, sebanyak 200 anak balita akan disertakan dalam Ritual Doledole.
Sementara Ritual Posuo (Pingitan) merupakan tradisi pingitan bagi gadis remaja sebelum memasuki usia dewasa. Pada masa lampau, kegiatan pingitan dilaksanakan selama 40 hari. Setelah itu menjadi tujuh hari, dan saat ini dapat dilaksanakan hanya empat hari lamanya.
Kali ini, ritual Posuo diikuti 200 gadis remaja dimulai tanggal 20 Agustus 2017. Pada puncak acara mereka akan turun tanah mengikuti acara di Takawa.
Ritual Pekandekandea merupakan acara untuk menyambut pasukan yang baru pulang dari medan perang. Sehingga disajikan makanan khas daerah. Ada menu ayam nasu wolio, lapalapa, ikan dole, wajik, ondeonde, cucur, pisang goreng, bolu dan lainnya.
Selanjutnya ada pelaksanaan Ritual Tandaki. Acara ini merupakan tradisi sunatan masyarakat Buton. Ritual Tandaki diperuntukkan bagi anak laki-laki yang telah memasuki masa akil balig.
Tandaki melambangkan anak laki-laki tersebut berkewajiban untuk melaksanakan segala kebaikan dan menghindari hal-hal terlarang.
“Semua kegiatan ini untuk melestarikan tradisi tua masyarakat Buton yang masih dilakukan masyarakat hingga saat ini,” tutur Zainudin Napa.
Untuk kegiatan puncak akan ada tarian kolosal yang diperagakan lebih dari 10 ribu penari. Tari yang akan ditampilkan antara lain Popana, Waindorigi, dan Kaleko.
Reporter: Nia
Editor: Herianto




