
Puluhan honorer Puskesmas Kulisusu mendatangi Dinas Kesehatan Buton Utara, Senin, 11 September 2017.
Buranga, Inilahsultra.com -Puluhan tenaga magang Puskesmas Kulisusu mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Utara (Butur), Senin, 11 September 2017. Mereka kecewa karena sudah sembilan bulan belum menerima honor.
Bukan hanya itu, mereka juga mempertanyakan SK magang yang tak kunjung dibagikan. Termasuk oknum yang mengutak-atik anggaran Puskesmas Kulisusu.
“Kita datang disini bukan untuk demo. Tapi menuntut hak kami, karena sudah sembilan bulan belum terima honor,” kata Iman di Kantor Dinas Kesehatan Butur.
Tiga poin yang dipertanyakan para tenaga magang ini yakni, masalah honor, SK dan oknum yang mengutak-atik anggaran Puskesmas Kulisusu. Sehingga honor yang sudah dianggarkan hilang entah ke mana.
“Poin satu dan dua sudah dijawab. Dan sudah ada jaminan dari dinas, bahwa honor tenaga magang akan dibayarkan diperubahan anggaran,” katanya.
Mantan Kepala Puskesmas Kulisusu, Dasmin menuturkan, pagu anggaran Puskesmas Kulisusu bersumber dari DAU sebesar Rp 520 juta. “Itu yang kami usulkan,” terangnya.
Dari dana tersebut sudah termasuk honor tenaga magang dan kader Posyandu Rp 454,8 juta. “Tapi anggaran Rp 454.800.000 ini hilang. Sehingga anak-anak magang dan kader Posyandu tidak terima gaji, ” terangnya.
Dasmin mengaku, tidak mengetahui anggaran tersebut dialihkan ke mana. Sebab dirinya sudah tidak menjabat sebagai kepala Puskesmas. “Saya tidak tau digeser kemana,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Butur, Sumardin menuturkan, keberadaan tenaga magang Puskesmas Kulisusu ini untuk mempertanyakan honor. Terkait masalah ini, pihaknya sudah mengusulkan ke Bappeda agar dianggarkan pada APBD Perubahan 2017.
“Yang bisa kita usulkan tinggal diperubahan, dan sudah masuk di Bappeda. Itu sesuai usulan Puskesmas Rp 522 juta,” kata Sumardin di ruang kerjanya.
“Dulu SKPD Puskesmas yang mengusulkan anggaran itu. Tapi begitu keluar DPA-nya, sudah tidak ada,” tambahnya.
Informasi yang dirangkum media ini, anggaran Puskesmas Kulisusu dialihkan ke Puskesmas Wa Ode Buri dan Kambowa. Sebab, kedua Puskesmas tersebut mendapatkan tambahan anggaran.
Terkait persoalan ini, Sumardin tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu. Tapi soal honor anak magang Puskesmas Kulisusu, kami sudah usulkan ke Bappeda,” tuntasnya.
Reporter: Har
Editor: Herianto




