
Data tambahan pendamping desa yang diluluskan. (istimewa)
Kendari, Inilahsultra.com – Panitia rekrutmen calon pendamping desa telah mengumumkan hasil seleksi administrasi di salah satu media cetak di Kota Kendari, 5 September 2017 lalu. Tapi belakangan, ada lagi daftar nama yang kembali diumumkan dan dinyatakan lulus.
Kurang lebih puluhan nama yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus, lalu diluluskan pada tahapan kedua jnj.
Mereka ditempatkan sebagai pendamping lokal desa (PLD) di Konawe Selatan, Kolaka Utara, Buton, Konawe Utara, Buton Utara, Konawe Kepulauan dan Buton Tengah.
Data dan informasi ini kembali disampaikan oleh Surahman Ishak selaku anggota Forum Peduli Pendamping Desa Provinsi Sulawesi Tenggara (FP2D – SULTRA).
Dia mengaku, mendapatkan informasi terbaru terkait pelulusan data baru ini, Senin 11 September 2017. Menurut dia, kebobrokan tentang rekrutmen pendamping desa sudah jelas terlihat.
“Ini ada tambahan baru yang sebelumnya tidak lulus kini diluluskan,” ungkap Ishak.
Menurut dia, proses rekrutmen pendamping desa harusnya lebih transparan dan sesuai dengan petunjuk teknis dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
“Harusnya mengikuti juknisnya. Jangan asal meluluskan,” tekannya.
Beberapa kasus dugaan pelanggaran rekrutmen pendamping banyak ditemukan oleh Ishak.
Beberapa contoh atau bukti bahwa proses perengkingan tidak dilakukan secara komputerisasi adalah pelamar yang memiliki bobot lebih rendah dinyatakan lulus. Misalnya, pada kategori PLD, Suhardi memiliki bobot 58 tapi dia dinyatakan tidak lulus. Justru yang lulus adalah Israwati dengan bobot 51.
Selain itu, pelamar yang tidak berdomisili pada lokasi yang memiliki Kuota PLD dan PDP (berdasarkan bukti Nomor KTP pelamar), tetap dinyatakan lulus oleh PPBJ Provinsi Sulawesi Tenggara.
Misalnya, yang diluluskan di Kabupaten Muna untuk kategori PDP memiliki kode NIK Kota Kendari. Padahal yang memiliki kode NIK Muna tidak lulus.
Mengenai masalah ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sultra Tasman Taewa enggan berkomentar.
“Temui saja Satkernya pak Sofyan. Dia yang tahu,” singkatnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




