Penetapan APBD-P Konkep di Kendari Berlangsung Panas, Wabup Walkout

Sejumlah anggota DPRD Konkep tampak berkerumun di depan Hotel Imperial Kendari sesaat setelah aksi walkout Wabup Konkep.


Kendari, Inilahsultra.com – Rapat penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2017 Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang digelar di Hotel Imperial Kendari, Kamis 28 September 2017 berlangsung kacau.

Bagaimana tidak, jelang detik penetapan APBD-P sekitar 22.00 WITA, Wakil Bupati Konkep, Andi Muh Lutfi mendadak meninggalkan ruang sidang. Saat awak media mencoba mengonfirmasi perihal agenda rapat APBD-P, Andi Lutfi hanya memberi jawaban dengan raut wajah kesal.

-Advertisement-

Tak lama setelah Wabup Konkep meninggalkan ruangan rapat, sejumlah anggota dewan Konkep lain kompak keluar dari hotel. Beberapa diantaranya memilih berkerumun di halaman hotel.

Wakil Ketua DPRD Konkep, Abdul Rahman membenarkan jika saat itu tengah berlangsung pembahasan APBD-P Konkep.

“Agendanya terakhir penetapan APBD-P. Hanya tadi tidak lanjut,” singkat politisi PKS.

Abdul Rahman sedikit irit bicara saat diwawancarai inilahsultra.com. Ia enggan berspekulasi soal sikap walkout Wabup Konkep ketika sidang penetapam APBD-P tengah berlangsung.

“Kurang tahu ya kalau itu. Bisa ditanya sama yang bersangkutan,” cetusnya.

Abdul Rahman hanya mengatakan penetapan APBD-P Konkep hari itu diikuti sekitar 18 anggota DPRD dan sejumlah kepala dinas. Dua wakil Rakyat yang absen yakni Ketua DPRD Konkep Musdar dan legislator PAN, Titin Saranani.

Informasi yang dihimpun inilahsultra.com di lokasi berlangsungnya rapat, bubarnya rapat penetapan APBD-P terkait bagi-bagi  jatah proyek. Sejumlah anggota dewan yang hadir memilih bungkam saat ditanya alasan kacaunya sidang penetapan APBD-P Konkep.

Hingga berita ini ditulis sejumlah anggota DPRD Konkep masih terlihat berkumpul di halaman Hotel. Sementara, Wabup Konkep sudah meninggalkan area hotel.

Rapat APBD-P Konkep Tahun 2017 sendiri sudah menulai polemik sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya,   legislatif dan eksekutif memilih menggelar rapat di sebuah hotel di Kota Kendari, bukan di Kabupaten Konkep.

Penulis: Siti Marlina
Editor  : Jumaddin Arif

Facebook Comments