Hugua Dikabarkan Hanya Jadi Wakil, Pengurus PDIP Sultra Bereaksi

Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDIP Sultra Agus Sana’a (kanan) dan kader PDIP Umar Bonte.


Kendari, Inilahsultra.com – Pernyataan Cristian Batara Pandin soal Hugua yang hanya didorong sebagai bakal calon wakil gubernur Sultra memicu reaksi dari kalangan internal pengurus PDIP Sultra.

Sebelumnya, Cristian mengaku berbicara sebagai kader senior PDIP. Namun, Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDIP Sultra Agus Sana’a menganggap Cristian bukan lagi pengurus dan statusnya hanya sebagai kader.

-Advertisement-

Dengan status itu, tekan Agus, Cristian diminta untuk berhenti bicara dan komentar di media. Sebab, dia dianggap tidak punya hak untuk bicara mengenai internal PDIP.

“Tidak bisa orang di luar partai walaupun kader atau apa tidak bisa dia ngomong. Yang ketahui surat tugas adalah orang di struktur partai,” ungkap Agus melalui telepon selulernya, Minggu 15 Oktober 2017.

Cristian, lanjut Agus, sudah dipecat dari pengurus partai. Namun, dia masih berstatus kader. “Dia tidak lagi pengurus. Tapi tidak punya kapasitas bicara soal Internal partai,” tegasnya.

Agus melanjutkan, yang perlu diluruskan tidak ada penugasan 02, yang dipilih hanya 01.

“Tidak ada itu ditugaskan 02. Tahu dari mana orang itu. Dia ini di luar struktur, di orang di luar lapangan masa bicara soal dalam lapangan. Jadi tidak benar dan tidak etis bicara begitu,” imbuhnya.

Agus menjelaskan, tidak ada pemilihan 02 dan Hugua ditugaskan mencari pasangan dan partai pelengkap karena PDIP hanya memiliki lima kursi di DPRD Sultra. Untuk mengusung calon, maka dibutuhkan empat kursi lagi.

“Maka DPP melalui pleno memutuskan Hugua untuk mencari pasangan dan partai koalisi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Eksternal DPD PDIP Sultra Feri Dani Maleppe menyebut, Cristian tidak berhak memberikan pernyataan soal PDIP.

“Dia tidak punya hak lagi bicara soal PDIP di Sultra. Tahu apa dia itu soal PDIP. Kami ini dengan pak Agus merupakan tim desk pilkada,” tegasnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor  : Jumaddin Arif

Facebook Comments