Ali Mazi Kantongi Dukungan Golkar, Ridwan Bae Resah

Ridwan Bae


Kendari, Inilahsultra.com – Putusan DPP Golkar mendukung Ali Mazi sebagai calon gubernur pada Pilgub Sultra nanti, membuat Ketua DPD Golkar Sultra, Ridwan Bae, tidak tenang alias resah.

Ridwan tegas menyatakan bahwa Ali Mazi belum berhak menggunakan Partai Golkar pada saat menggelar deklarasi 19 Oktober 2017 nanti.

-Advertisement-

Ridwan mengaku, sebagai ketua partai di daerah, bertanggung jawab dalam proses pilkada termasuk proses melahirkan calon.

“Ali Mazi benar bahwa DPP dalam SK sementara yang ditandatangani pak Nurdin Halid dan pak Idrus Marham. Tapi itu langkah pemberitahuan awal agar Ali Mazi segera berkoordinasi dengan Golkar untuk membangun kesepakatan politik,” jelasnya, Senin 16 Oktober 2017.

Kesepakatan yang akan dibangun, lanjut Ridwan, adalah andai Ali Mazi menjadi calon Golkar apa manfaat bagi Golkar.

“Kedua, sistematikanya. Sampai detik ini belum koordinasi. Padahal dalam surat DPP itu secara tegas diperlukan berkoordinasi untuk menentukan calon wakil, dan tiga nama diminta. Sampai detik ini belum bicarakan itu,” jelasnya.

Lebih menyakitkan lagi, kata Ridwan, Ali Mazi akan menggelar deklarasi berpasangan dengan Lukman pada 19 Oktober 2017.

“Konsultasi dengan siapa dia penentuan wakil? Ali Mazi jangan sia-siakan dukungan Golkar. Cara Ali Mazi ini otoriter benar, dia berjalan seakan Golkar milik dia. Padahal Golkar belum milik dia,” tekannya.

“Kalau dia deklarasi, dia belum berhak pakai Golkar. Sebab DPP baru lebih minta koordinasi dan penentuan wakil. Baru bagaimana dia sudah deklarasi seperti itu?,” ujarnya.

Untuk itu, mantan Bupati Muna dua periode ini meminta kepada Ali Mazi untuk menunda deklarasi. “Ali mazi kontrol diri dulu. Ali mazi tebar pesona saja dulu,” imbuhnya.

Tidak kalah pentingnya, lanjut Ridwan, undangan Ali Mazi untuk deklarasi ini sangat menjatuhkan posisi Partai Golkar.

Sebab, dari perolehan kursi di DPRD Sultra, Golkar memiliki tujuh kursi sementara NasDem yang mengusung Ali Mazi hanya tiga kursi.

“Padahal harusnya kita tujuh kursi dia hanya tiga. Harusnya Golkar sebagai penyelenggara dari semua kegiatan tahapan calon itu sendiri,” tutupnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor  : Jumaddin Arif

Facebook Comments