
Ali Mazi saat menggelar konferensi pers bersama pengurus Partai NasDem. (Pandi/Inilahsultra.com)
Kendari, Inilahsultra.com – Bakal Calon Gubernur Sultra Ali Mazi merasa telah mendapatkan rekomendasi Partai Golkar untuk maju di Pilgub Sultra 2018 mendatang.
Dia mengaku, belum ada rencana untuk bertemu pengurus Golkar Sultra dalam waktu dekat ini. Dia menjanjikan akan bertemu setelah pelaksanaan deklarasi.
“Belum ada pertemuan dengan DPD 1. Setelah deklarasi akan adakan pertemuan dengan DPD 1,” ungkap Ali Mazi.
Menurut dia, dengan Ridwan tidak ada masalah.
“Ridwan sahabat saya, teman saya, saudara saya dan pernah sama-sama di Golkar, ini suasana kebatinan saja,” jelasnya.
Sebelumnya, Ridwan menegaskan bahwa Ali Mazi belum berhak menggunakan atribut Golkar meskipun telah mendapatkan rekomendasi. Hal ini dikarenakan Ali Mazi belum berkomunikasi dengan partai berlambang beringin itu.
Menanggapi hal ini, Ali Mazi menilai itu internal Golkar sendiri. Namun, kata dia, DPP telah menetapkan namanya untuk diusung di Pilgub Sultra 2018 mendatang.
“Saya sendiri sudah dapat surat penetapan calon dan punya kewajiban sampaikan ke publik. Kalau tidak sampaikan saya juga salah. InsyaAllah dalam waktu dekat (bertemu DPD Golkar Sultra). Itu urusan persahabatan saja itu. Selama ini komunikasi ketua Golkar, teman saya dan sahabat saya,” imbuhnya.
Ali Mazi menyebut, tidak mengerti soal kesepakatan dengan DPD Golkar Sultra. Dia menilai, itu bukan urusannya karena DPP yang telah memilihnya untuk menggunakan pintu Golkar maju Pilgub Sultra.
“Saya tidak ngerti, bukan urusan saya (kesepakatan dengan Golkar Sultra). Ada SK penetapan saya. Kalau ada, wajar saya publis surat itu. Saya yang diminta ke sana,” ujarnya.
Sebelumnya juga, Ridwan menyebut surat yang dimaksud Ali Mazi itu harusnya dikoordinasikan dulu dengan Golkar Sultra. Karena salah satu poin SK tersebut adalah bersama-sama membicarakan wakil Ali Mazi. Setidaknya, ada tiga nama yang harus diusul ke DPP.
Namun, lagi-lagi Ali Mazi membantah isi surat dimaksud.
Kau sudah baca SK-nya belum? Kalau baca baru jelas. Kalau baca ini jelas isinya itu. Saya yang ditetapkan tentu saya yang diundang untuk berbicara,” tekannya.
Dia juga membantah bahwa mendapatkan pintu Golkar dengan cara mengangkangi DPD Golkar Sultra dan langsung melobi DPL.
“Langsung koordinasi di pusat tidak ada. Saya mendaftar ke DPP karena DPD tidak membuka, itu yang benar. Berdasarkan hasil survei dan kajian ilmiah maka ditetapkan saya sebagai cagub. Ini bukan rekomendasi,” tuturnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




