Pembangunan Gedung Buton Expo Telan Anggaran Rp 26 Miliar

748
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Plt Bupati Buton La Bakry meletakkan batu pertama pembangunan gedung expo, Rabu 22 November 2017. Pembangunan tersebut akan melengkapi Kompleks perkantoran bukit Takawa dengan sarana gedung serba guna.

Pasca peletakkan batu pertama ini, rencananya Pemkab Buton akan melaksanakan pekerjaan tahap I proyek pembangunan gedung expo yang mampu menampung ribuan orang itu. Gedung itu dibangun dengan dana dari APBD Sultra untuk tahap I senilai Rp 7,6 miliar.

- Advertisement -

Plt. Bupati Buton La Bakry mengatakan, gedung itu akan digunakan sebagai pusat kegiatan yang representatif. Pasalnya saat ini belum ada satu pun gedung yang bisa menampung ribuan orang untuk even tertentu.

La Bakry berharap gedung yang dibangun itu dapat digunakan untuk menggelar kegiatan, baik berskala daerah, provinsi maupun nasional kedepannya.

Sebenarnya, kata dia, gedung tersebut direncanakan untuk digunakan pada HUT Sultra tahun ini. Hanya saja terkendala anggaran. Sehingga diupayakan gedung itu bisa rampung tahun depan agar bisa digunakan untuk peringatan HUT Sultra tahun berikutnya.

Kepala Bagian Pembangunan Setda Buton Tohir mengatakan, pembangunan gedung itu dikerjakan PT. Hipotenusa Contractor Group dan kontraktor pengawas dari CV. Barakati Karya Teknik. Mereka bekerja dengan kontrak 90 hari kalender.

“Untuk tahap I targetnya selesai Desember nanti,” ujar Tohir.

Gedung itu, lanjutnya, akan menelan dana Rp 26 miliar dan dibangun secara bertahap. Saat ini masih diupayakan mencari dana tambahan untuk menutupi kebutuhan anggaran pembangunan tahap selanjutnya. Kemungkinan besar akan diusulkan dalam APBD Buton 2018.

“Tapi itu nanti menyesuaikan keuangan daerah,” sambungnya.

Pengerjaan gedung expo tersebut terbilang sulit, sehingga membutuhkan biaya besar. Pasalnya, kontur bukit Takawa tersusun dari bebatuan keras sehingga pihak kontraktor harus menurunkan lima unit alat berat untuk meratakan lahan bangunan.

Pekerjaan tahap I, sambung Tohir, meliputi pematangan lahan, pengerjaan fondasi cakar ayam sampai pada pengecoran tiang bangunan. Untuk sistem kontrak dilakukan bertahap.

“Kami belum pastikan berapa tahap. Tetapi setiap tahapnya akan dilelang,” katanya.

Reporter: Nia
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...