Petani Rumput Laut Adukan PT Baula di Kantor Gubernur Sultra

Puluhan petani dan mahasiswa yang lakukan demonstrasi dj kantor Gubernur Sultra bentrok dengan Satpol PP

Kendari, Inilahsultra.com– Puluhan petani rumput laut dan mahasiswa berdemonstrasi di Kantor Gubernur Sultra berujung bentrok dengan puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Demonstrasi ini sedianya berlangsung aman sejak awal.

Para pendemo ini mengadukan keluhan mereka atas aktivitas perusahaan tambang PT Baula yang telah merusak lingkungan sekitar perairan Desa Asingi Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan.

-Advertisement-

Mereka menganggap, kehadiran perusahaan tersebut telah merugikan petani, khususnya petani rumput laut di daerah tersebut.

Ore nikel yang mencemari laut telah menghancurkan pendapatan mereka dari sektor rumput laut.

Mereka menuntut agar perusahaan tersebut memberikan ganti rugi seperti yang dijanjikan sebelumnya. Namun, hingga saat ini hak masyarakat belum terealisasi.

“Pemprov Sultra harus segera mengambil sikap untuk menghentikan aktivitas PT Baula,” teriak Erwin Gayus, koordinator aksi.

Di saat orasi tengah berlangsung, keributan terjadi. Satpol PP yang mengamankan pintu masuk Kantor Gubernur Sultra terlibat saling dorong dengan massa aksi.

Aksi dorong itu memicu emosi dari dua belah pihak dan adu jotos tak terhindarkan.

Massa aksi menganggap, Satpol PP yang melakukan pemukulan lebih awal memancing emosi warga.

Saling kejar hingga di depan kantor gubernur, tak terelakan. Kedua bela pihak saling lempar batu dan pada akhirnya bisa diamankan oleh aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, demonstrasi masih berlangsung. Masyarakat masih berkumpul di pintu masuk Kantor Gubernur Sultra.

Reporter : La Ode Pandi Sartiman

Editor      : Aso

Facebook Comments