
Raha, Inilahsultra.com– Kayu Jati berumur ratusan tahun dengan lebar 2,5 meter dijadikan ikon sebagai hiasan pintu masuk di rumah adat Kabupaten Muna. Dipilihnya kayu jati sebagai ikon rumah adat itu sebagai tanda bahwa Muna sebagai penghasil jati pada zamannya.
Bupati Muna, Rusman Emba saat ditemui di rumah adat disela-sela melakukan pemantauan persiapan peresmian rumah adat mengatakan, segala fisik bangun rumah adat telah siap, tinggal melakukan pembenahan.
“Kita ciptakan ikon jati di pintu gerbang sebagai hiasan pintu masuk di rumah adat, karena selama ini diasumsikan jati sudah habis namun memiliki sejarah yang mendalam,” katanya.
Rumah adat Bharugano Wuna itu direncanakan akan digelar Kamis, 28 Desember 2017, besok bertempat di Kompleks rumah adat Jalan By Pass Kota Raha Kabupaten Muna tepatnya Kelurahan Butung-butung Kecamatan Katobu. Pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Saleh Lasata dijadwalkan bakal meresmikan rumah adat tersebut.

Rusman menyampaikan, peresmian rumah adat Bharugano akan menyelenggarakan acara ritual adat yang dikemas oleh lembaga adat.
“Rumah adat Bharugano, kembali pada jati dirinya kita bahwa zamannya kita ada kerajaan besar yang lahir 700 tahun yang lalu, dimana Raja pertama Muna yaitu Lailangi,” terang dia.
Ia berharap dengan peresmian rumah adat, bisa bertransformasi membangun bangunan yang fundamental lainnya,
“Kita ingin menata kota Raha, bukan hanya persoalan tata ruangnya, namun ini pada persoalan bagaimana awal dalam menyejahterakan masyarakat Muna, karena di aspek budaya muna melalui pariwisata tetap dihidupkan seperti halnya dilakukan festival Meleura, yang kemudian dilakukan festival Liangkabori pada bulan 2 yang akan dibiayai oleh kementerian pariwisata, selanjutnya akan diselenggarakan festival kaghati (Layang-mayang),” jelasnya.
Dalam peresmian rumah adat tersebut, tamu undangan diwajibkan mengenakan pakaian tenun dan kampurui baik Pejabat Forkopimda, Pejabat eselon II, III dan IV, pejabat BUMN dan BUMD.
Sementara itu, untuk pengurus lembaga adat, maupun kerukunan masing-masing suku diwajibkan memakai pakaian adat.
Reporter : Iman
Editor : Aso





