
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Nenek Saleha (70) yang hidup sebatangkara di Desa Siontapina Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton sempat viral dimedia sosial beberapa waktu lalu.
Kondisi wanita tua itu sempat sakit-sakitan sehingga mengundang keprihatinan Kapolres Buton AKBP Andi Herman S.Ik.
Setelah sempat mendapat perawatan medis atas bantuan polisi, kini nenek Saleha juga mendapat bantuan perumahan dari Polres Buton.
Hari ini, Minggu 7 Januari 2018, Polres Buton memberikan bantuan bahan makanan dan melakukan pembedahan rumah. Seluruh bangunan rumah nenek Saleha yang hanya berukuran 3×3 meter dibongkar dan dibangun kembali.
Selama tinggal di rumah kumuh itu, nenek Saleha hanya beralaskan tikar. Mirisnya, agar bisa makan setiap harinya, dia hanya mengandalkan belas kasih dari para tetangga. Bahkan tak jarang dia hanya memakan ubi yang ditanam disamping bangunan rumahnya.
Kondisi seperti ini sudah dijalani sekitar 25 tahun. Tepatnya mulai tahun 1992 saat pindah dari rumah kebunnya yang terbakar. Oleh warga sekitar, nenek Saleha dibangunkan rumah dengan ukuran 3×3 meter. Di dalam rumah hanya ada dapur tungku dan beberapa panci, serta piring.
Kapolres Buton AKBP Andi Herman mengatakan, bedah rumah dilakukan untuk membantu nenek Saleha yang kondisinya sangat memprihatinkan. Apalagi saat ini kondisinya dalam keadaan sakit.
“Untuk kesehatannya kita sudah periksakan ke dokter dan dirawat, sudah dinyatakan baik dan dipulangkan,” ujarnya.
Bedah rumah dilakukan bersama jajaran anggota Polres Buton dan masyarakat sekitar serta dipimpin langsung Kapolres Buton AKBP Andi Herman.
Ditargetkan, bedah rumah itu akan selesai 100 persen pada Selasa 9 Januari 2018.
Sebelumnya, nenek Saleha mengaku berasal dari Madura. Dia tidak ingin pulang ke kampung halamannya dan ingin menetap di Desa Siontapina Kecamatan Lasalimu Selatan.
“Anak-anak saya semua sudah tiada, saya ingin tinggal di sini saja,” ujarnya.
Reporter: Nia
Editor: Din





