
Kendari, Inilahsultra.com – Sebanyak 20 orang mahasiswa berasal dari Kabupaten Buton Utara (Butur) yang menjadi korban kebakaran di depan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sabtu 3 Februari 2018 lalu, belum sama sekali mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Butur.
Salah seorang mahasiswa korban kebakaran dengan menghanguskan seluruh bangunan Asrama Cantik yang terletak di Jalan HEA Mokodompit Lorong Beringin itu, Ilham yang berasal dari Butur mengatakan, musibah kebakaran itu telah menghanguskan 3 rumah dan 12 kamar yang merupakan warisan turun-temurun dari para seniornya terdahulu.
“Kamar ini merupakan warisan dari senior-senior kami. Menjadi satu-satunya tempat kami tinggal untuk menuntut ilmu di UHO ini,” kata Ilham saat di temui di tenda pengungsian, Selasa, 13 Februari 2018.
Ilham mengaku, sampai saat ini Pemda Butur belum memberikan bantuan apapun. Bahkan saat ini, untuk membangun kembali asrama yang sudah dilalap si jago merah itu hanya mendapatkam bantuan seandanya dari berbagai pihak lainnya.
“Kami patung-patungan mengumpulkan dana dengan teman-teman untuk membangun kembali asrama yang ditinggalkan oleh para senior-senior kami,. Ada juga bantuan dari instansi atau pihak lain dari Kota Kendari. Tapi kalau dari Pemda Butur atau bupati tidak ada sama sekali” akunya.
Oleh karena itu, Ilham mewakili teman-temannya berharap kepada Pemda Butur, khususnya Bupati Butur Abu Hasan agar tersentuh hatinya memberikan perhatian atau sentuhan langsung kepada mahasiswa yang telah mengalami musibah.
“Kami berharap agar ada perhatian dari Pemkab Butur untuk meringankan beban kami. mudah-mudaham melalui media ini bisa sampai ke telingah bupati, agar bisa mendengar dan melihat apa yang kami alami saat ini,” harap Ilham.
Di tempat yang sama, korban kebakaran lainnya, Rizal Iskandar mengungkapkan, semua rumah dan kamar yang dimiliki mahasiswa berasal dari Butur habis dilalap api dengan begitu cepat.
“Sebanyak 3 rumah dan 12 kamar habis dimakam api, semua isinya habis tanpa menyisakan apapun pada waktu kebakaran hanya menyisakan baju di badan,” ungkapkan.
Untuk sementara, semua korban saat ini mengungsi di tenda pengungsian yang didirikan oleh Dinas Sosial Kendari.
“Semua korban tidak memiliki apa-apa selain baju di badan. Semua habis terbakar pada waktu kejadian,” ucap Rizal dengan wajah raut sedih.
Sama halnya dengan Ilham, Rizal mengakui belum ada bantuan yang diberikan oleh Pemkab Butur terhadap para korban kebakaran ini. Ia pun menyesalkan Pemda Butur yang sama sekali tidak memberikan perhatian terhadap warganya ataupun terhadap pendidikan.
“Kami berharap pada Pemda Butur untuk bisa mendistribusikan atau memberikan bantuan kepada kami. Sekecil apapun bantuan yang diberikan Pemda, itu sangat berarti bagi kami,” harap Rizal dengan nada sedih.
Reporter : Haerun
Editor : Aso





