Gaji Dipotong, Pasukan Kuning Mengadu ke Hado Hasina

Para pasukan kuning saat mengadukan pemotongan gaji ke Kantor Wali Kota Baubau, 8 Maret 2018.

Baubau, Inilahsultra.com – Mendapat piala Adipura selama tiga tahun berturut-turut merupakan kebanggaan bagi Kota Baubau. Euforianya pun masih terngiang ditelinga masyarakat Kota Baubau.

Sayang, euforia tersebut tidak berbanding lurus dengan jasa pahlawan Adipura Kota Baubau, yang lebih dikenal dengan nama Pasukan Kuning. Dibawah kendali Dinas Lingkungan Hidup yang di nahkodai Wa Ode Nahrat selaku Kepala Dinas, jasa para pahlawan Adipura itu kini terabaikan.

Dianggap terabaikan karena Dinas yang menaungi para pekerja yang setiap harinya membersihkan sampah yang mengotori Kota Baubau ini tidak diperhatikan lagi kesejahteraannya. Bahkan kini Dinas Lingkungan Hidup memotong honor para pahlawan Adipura itu.

-Advertisement-

“Tolong perlakukan kami sebagai manusia. Kami ini bukan budak. Tanpa kami, Baubau ini tidak akan mendapatkan Adipura tiga kali berturut-turut,” keluh Mahmudi Sopir Gerobak mesin bersama puluhan rekan kerjanya saat mendatangi kantor Wali Kota Baubau, Kamis 8 Maret 2018.

Kata dia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau sudah berbuat diluar batas kewajaran. Bayangkan saja, ada salah seorang pekerja Pasukan Kuning yang empat bulan lalu jatuh dari truk sampah dan patah tulang kemudian cacat permanen, tetapi Dinas Lingkungan Hidup tidak pernah memberikan santunan.

“Kita ini yang berurusan langsung dengan sampah. Segala jenis penyakit semua ada disampah tersebut. Tetapi apa yang kita dapatkan dari dinas terkait, malah kita dianggap lebih dari budak,” ujar Mahmudi.

Selain pemotongan gaji, urai Mahmudi, fasilitas penunjang lainnya seperti truk sampah dan gerobak sampah mesin yang sejak delapan bulan lalu rusak tak kunjung diperbaiki. Alasannya pun beragam, yakni tidak adanya anggaran untuk memperbaiki semua fasilitas tersebut.

“Setiap kita bicara, alasannya tidak ada anggaran. Apa gunanya jadi Kadis kalau tidak bisa ‘Jolo’ anggaran. Kadis itu harus pintar ‘Menjolo’ anggaran. Kalau tidak tahu, turun saja dari jabatan,” desaknya.

La Saili, tenaga Pasukan Kuning yang kini cacat permanen akibat terjatuh dari mobil truk sampah mengaku, pasca mendpat tragedi naas itu, Dinas Lingkungan hidup tidak pernah memberikan bantuan ataupun santunan.

“Saya tidak pernah dapat. Tidak ada juga itikad baik dari dinas terkait untuk datang menjenguk, bahkan tidak pernah memberikan bantuan,” curhat La Saili.

Sementara itu, Pj Wali Kota Baubau, Dr Ir Hado Hasina mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan-keluhan para pahlawan Adipura tersebut. Hado Hasina juga mengecam tindakan pemotongan gaji yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau.

“Mulai hari ini semua peralatan pekerjaan akan dipenuhi kekurangannya dan semua itu akan menjadi tanggungjawab Kepala Bidang (Kabid) dan Kantor Dinas Lingkungan Hidup meskipun tidak ada anggaran,” tegas Hado Hasina.

Hado Hasina juga berpesan, jika Dinas Lingkungan Hidup tidak merealisasikan apa-apa saja yang menjadi keluhan yakni beberapa fasilitas diperbaiki, Pasukan Kuning diminta kembali menghadap ke Pj Wali Kota Baubau.

“Kalau satu dua hari ini tidak terealisasi, maka menghadap ulang sama saya,” pesannya.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Facebook Comments