
Kendari, Inilahsultra.com – Banyaknya tumpukan sampah yang ada di sekitaran area tugu religi MTQ Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang nampak terlihat membuat keindahan disekitaran ikon kebanggaan masyarakat Sultra itu terlihat kotor.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari Muh Nor Rasak menilai, sampah yang ada disekitaran tugu MTQ merupakan sampah buangan dari para penjual yang ada disekitaran tugu tersebut
“Kita sudah sampaikan berkali-kali kepada mereka para penjual di tugu MTQ untuk membuang sampah ditempat yang sudah kita sediakan, namun mereka tetap membuang sampah sembarangan,” kata Muh Nor Rasak, di kantor Wali Kota Kendari, Rabu, 21 Maret 2018.
Pemerintah Kota Kendari telah menyiapkan kontainer di tugu MTQ untuk tempat pembuangan sampah namun kenyataannya kontainer tersebut masi tetap kosong, dalam hal ini tidak dimanfaatkan oleh para penjual agar membuang sampah di kontainer yang telah disediakan.
“Kontainer yang kita sediakan tiap hari kosong, mereka lebih membuang sampah sembarangan. Sehingga di pinggir jalan di tugu MTQ banyak sampah yang berhamburan bukan hanya berhamburan malahan telah menumpuk,” sesalnya.


Sebenarnya, terang dia masalah sampah ini kurangnya kesadaran dari para penjual membuang sampah pada tempatnya dan sampah yang menumpuk di tugu religi Sultra ulah dari mereka para penjual membuang sampah begitu saja.
“Kalau mereka membuang sampah di kontainer yang telah kami siapkan pasti sampah-sampah itu akan tidak berhamburan. Tapi mereka malah membuang begitu saja, berarti kesadaran mereka kurang,” ungkapnya.
Ditanya terkait siapa sebenarnya yang bertangungjawab terhadap kebersihan monumen Sultra, pria berkacamata ini mengatakan bahwa, pihaknya hanya bertanggung jawab pada sampah yang ada dalam tempat sampah karena ini sudah menjadi tanggung jawab Pemkot Kendari.
“Tanggung jawab kami terhadap sampah ditugu itu, hanya sampah yang ada di tempat pembuangan sampah. Kalau tumpukan-tumpukan sampah yang ada di sekitaran tugu MTQ itu, kami masih menunggu komunikasi dari pemprov, tapi sampai saat ini pemprov belum ada komunikasi,” tutupnya.
Reporter : Haerun
Editor : Aso




