
Robert Piter Raru
Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra kembali turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk menggelar reses masa sidang dua tahun sidang 2017/2018, mulai 7 sampai 12 Mei 2018.
Setiap turun reses, para wakil rakyat ini membawa uang penunjang reses. Jumlahnya kurang lebih Rp 30 juta perorang.
“Sekarang sudah mulai reses. Mereka turun menyerap aspirasi konstituen masing-masing,” ungkap Plt Sekretaris DPRD Sultra Robert Piter Raru, Selasa 8 Mei 2018.
Di DPRD Sultra, ada 45 anggota dewan dengan formasi empat orang pimpinan, empat komisi, dan beberapa alat kelengkapan dewan.
Bila setiap wakil rakyat membawa uang Rp 30 juta, maka total uang yang dikeluarkan sekretariat DPRD Sultra dalam setiap reses sebanyak Rp 1,35 miliar.
Selain biaya penunjang reses, mereka juga mendapatkan tambahan tunjangan reses wakil rakyat Rp 15 juta dipotong pajak.
Selain itu, setiap perjalanan anggota dewan ditanggung melalui surat perintah perjalanan dinas (SPPD).
Meski demikian, anggaran reses ini dianggap sangat sedikit. Sebab, bila dihitung tidak bisa memenuhi kebutuhan di lapangan.
“Ini hitungan minimalis sebenarnya,” ujarnya.
Menurut Robert, setiap anggota dewan, akan reses di tiga titik di dapilnya.
“Sehingga, setiap tempat dianggarkan Rp 10 juta,” katanya.
Setelah pelaksanaan reses ini, seluruh anggota dewan wajib membuat laporan. Sebab, ini menjadi salah satu syarat kinerja dewan di lapangan.
Selain membuat laporan, kegiatan reses ini juga akan dibahas dalam bersama ekeskutif dan diusulkan dalam program APBD.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




