
Kendari, Inilahsultra.com-Saat Bulan Ramadhan pusat jajanan takjil menjamur di mana-mana. Jajanan untuk pabuka itu banyak tersedia di beberapa pasar Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), misalnya di Pasar Andounohu atau pun Pasar Panjang dan pasar tradisional lainnya.
Namun ternyata tidak hanya di pasar-pasar tradisional yang memiliki pusat jajanan takjil. Ada pula pusat jajanan takjil terletak persis di sepanjang Jalan Saosao, Kelurahan Bende Kecamatan Badia, Kota Kendari. Penjaja makanan berderet-berderatan. Mereka menjual berbagai makanan dan jajanan khas bulan Ramadhan.
Ada yang menjual kolak, bubur kacang ijo, pisang ijo, jalan kote, panada, lemper, kue lupis, risoles, donat, dan aneka kue kering lainnya. Selain makanan penumpas rasa lapar, ada juga minuman pelepas dahaga. Es buah, sop buah, cendol, dan minuman manis lainnya. Semuanya tumpah ruah di tepi Jalan Saosao.
Salah seorang pedagang yang ditemui Inilahsultra.com, Jum’at sore, 18 Mei 2018 bernama Mita, mengaku berjualan baru dua hari sejak pembukaan puasa. Ia menjajakan aneka kue basah dan kering, juga bubur kacang ijo dan es buah.
“Lokasinya yang tepat berada di tepi jalan membuat pengguna jalan mudah untuk mampir membeli jajanan takjil. Saya berjualan pas depan rumah saya,” ujarnya.
Menurut dia, harga yang ditawarkan juga terjangkau. Kue basah seperti lupis, bisa didapatkan dengan harga Rp 2.000 per potong, dadar Rp 1.500, ada juga kue kering yang seribu. Bagi yang menyukai bubur kacang ijo dan es pisang ijo, bisa dapatkan dengan harga Rp 5.000.
Sayangnya, kehadiran para pedagang ini juga membuat lalu lintas di jalan tersebut sedikit tersendat. Belum lagi pemakaian badan jalan untuk parkir kendaraan, semakin memperparah kemacetan. Terutama, arus lalu lintas antara karaoke Lirik dan Kopi Bangi.
Editor : Aso




