
Suwandi Andi
Kendari, Inilahsultra.com – Dua Bupati yang pernah menjadi Ketua DPD PAN resmi keluar dan memilih memimpin Partai Golkar.
Keduanya adalah Arhawi, Bupati Wakatobi dan La Bakry selaku Bupati Buton.
Namun, keluarnya dua bupati itu dianggap oleh Wakil Ketua DPW PAN Sultra Suwandi Andi tidak membuat rugi partai.
Ia menyebut, PAN akan tetap bersinar di jazirah Buton meskipun sudah dua bupati yang pindah ke Golkar.
“Dengan keluarnya mereka, PAN masih eksis ke depan,” katanya, Senin 21 Mei 2018.
Ia menyebut, PAN sudah terlanjur besar di Buton. Hampir semua daerah, yang jadi pimpinan dewan adalah dari partai berlambang matahari terbit.
Misalnya, di Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Wakatobi dan Kota Baubau.
“Kami yakini bahwa rakyat masih memberikan kepercayaan kepada PAN khsusunya di pilcaleg nanti. (Suara) tidak akan bergeser, malah akan bertambah,” jelasnya.
Bagi Suwandi, merapatnya Arhawi dan La Bakry di Golkar, merupakan pilihan politik yang harus dihormati.
“Bagi kami tentu hargai mereka sebagai orang yang pernah menikmati perjuangan kader PAN sehingga sampai saat ini mereka cukup besar. Itu hak politik mereka,” ungkapnya.
“Kalau pindah di partai lain, ya silakan,” tambahnya.
Suwandi menyebut, kepindahan mereka mungkin saja faktor suasana kebatinan yang tidak nyaman lagi berkader di PAN.
“Kami juga harap, PAN juga pernah memperjuangkan mereka. Harapan kami, PAN tidak menjadi musuh mereka. Mari berlomba berkarya untuk masyarakat Sultra. Bahwa kami dengan niat tulus ikhlas membangun daerah berkomitmen yang terbaik untuk rakyat dan tentu terbaik untuk PAN,” ujarnya.
Semenjak mereka mundur, DPW PAN Sultra menganggap bahwa PAN partai suci dan tidak ada dosanya terhadap dua bupati tersebut, termasuk LM Rajiun Tumada di Muna Barat.
“Kami berkeyakinan bahwa mereka keluar bukan untuk memusuhi PAN. Soal rugi, kami sayangkan saja. Semenjak lama kita berpartai dan satu rumah di PAN, lantas ada sikap pilihan lain, kita tidak bisa paksakan itu,” pungkasnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




