
suasana diskusi terkait minimnya isu lingkungan di arena Pilgub Sultra
Kendari, Inilahsultra.com – Isu lingkungan kembali hangat diperbincangkan oleh publik Sultra melalui diskusi yang digelar Kantor Berita Lingkungan Mongabay.co, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari, Jumat 8 Juni 2018 di Hotel Imperial Kendari.
Dalam diskusi yang mengangkat tema “Ke Mana Isu Lingkungan” ini turut hadir dari pemateri Direktur Eksekutif WALHI Sultra Kisran Makati, Ketua AJI Kendari Zainal A Ishaq, Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan Fakultas Ilmu Lingkungan dan Kehutanan UHO Lies Indriyani serta calon gubernur.
Sayang, dalam debat yang mengangkat isu lingkungan ini hanya Calon Gubernur Sultra Hugua. Sedangkan pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas hanya diwakili oleh Direktur AMAN Center La Ode Rahmat Apiti dan untuk pasangan calon gubernur Rusda MAHMUD-LM Sjafei Kahar tak hadir begitu pula perwakilannya.
Dalam pemalarannya, Direktur Eksekutif WALHI Sultra Kisran Makati menyebut, masalah lingkungan menjadi perhatian khusus bagi lembaganya.
“Walhi mendorong masalah lingkungan ini harus menjadi perhatian para kandidat. Publik bisa mendapat espektasi yang besar terhadap Pilgub agar masalah lingkungan bisa diatasi,” ungkap Kisran.
Menurutnya, lingkungan yang baik dan sehat akan memengaruhi tingkat kesehatan masyarakat.
“Kalau lingkungan tidak baik dan tidak sehat dan tercemar, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu, harusnya masalah lingkungan menjadi perhatian yang lebih. Namun, tiga pasangan ini kami lihat tidak jadikan isu lingkungan tidak prioritas. Malah, paslon lebih berhasrat mengeksploitasi lingkungan,” tuturnya.
Ia berharap, siapa pun yang terpilih nanti, bisa memperhatikan kondisi lingkungan yang semakin parah ini.
“Contoh banjir di Konawe Utara kemarin. Ini sudah menjadi pertanda bahwa kita sedang dalam darurat ekologis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan UHO Lies Indriyani mengaku, yang harus menjadi perhatian pemerintahan saat ini adalah pemenuhan dan kebutuhan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan.
“Kita bukan hanya bicara daya tampung. Tapi harus ada daya dukung lingkungan. Kami lihat, nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan investasi jangka panjang soal lingkungan,” katanya.
La Ode Rahmat Apiti yang mewakili pasangan AMAN menyebut, isu lingkungan kurang mendapat perhatian karena memang tidak seksi.
Ia sempat menyinggung Nur Alam, Gubernur Sultra yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlibat dalam masalah tambang.
Rahmat menyebut, di Sultra terdapat 400 IUP yang beroperasi. Angka ini cukup besar bila dilihat dari luasan daerah Sultra.
“Sultra sudah jadi hutan belantara IUP. Tambang ini cukup masif dan karena uangnya gede. Duitnya besar dan segar. IUP yang diobral sehingga terjadi berbagai macam bencana. Soal lain, dampak ada persoalan budaya dan sosial,” jelasnya.
Untuk itu, kata dia, ke depan harus ditata ulang, harus ada keberanian antara gubernur dan bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Calon Gubernur Hugua menyebut, pasangan Asrun-Hugua tegas terhadap soal lingkungan.
“Seluruh kehidupan ini saling keterkaitan dan terintegrasi. Untuk itu harus dikelola secara harmonis. Bicara lingkungan bicara tentang kehidupan masyarakat,” katanya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




