Praktik Calo di Pelabuhan Nusantara Kendari, Jaraknya Hanya Lima Meter dari Polsek KPPP

Calon penumpang berdesakan di Pelabuhan Kendari.

Kendari, Inilahsultra.com – Mudik atau pulang kampung halaman merupakan salah satu ritual masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun jelang lebaran.

Tiak terkecuali untuk masyarakat Muna dan Buton yang bermukim di Kota Kendari.

-Advertisement-

Bagi warga yang memiliki kendaraan, kebanyakan melalui jalur darat. Namun bagi yang tidak punya, harus melalui penyeberangan kapal cepat di Pelabuhan Nusantara Kendari.

Tapi sayang, mudik kali ini harus dinodai dengan praktik calo di pelabuhan tersebut.

Belum lama antrean, tiket kapal Ekspres Bahari sudah ludes habis.

“Siapa yang habiskan ini tiket ka? Baru jam berapa ini?,” protes Murni di loket pembelian tiket, Sabtu 9 Juni 2018.

Belum juga reda emosinya, Murni malah dihampiri oleh seorang lelaki dengan menawarkan tiket pulang.

“Mau berangkat kah? Sini, ke Raha, 170 ribu,” tawar seorang yang diduga calo.

“Mahalnya,” celetuk Murni.

“Sini mi, dari pada tidak berangkat,” jawab lelaki itu.

Untung Menggiurkan di Pelabuhan

Dari lokasi, jurnalis Inilahsultra.com mencoba menelusuri penyebab cepat habisnya tiket kapal.

Informasi yang diperoleh di Pelabuhan Nusantara Kendari, tiket sudah lebih awal diborong oleh calo.

Untuk tiket jurusan Kendari-Raha, mereka beli di loket Rp 120 ribu per-orang. Sedangkan untuk Kendari-Baubau, Rp 180 ribu.

Nah, tiket yang mereka sudah borong itu, dijual kembali ke penumpang dengan dinaikkan harganya hingga 50 persen.

Untuk jurusan Kendari-Raha, para calo menjualnya Rp 150 sampai Rp 170 ribu perpenumpang. Untung mereka dari tarif normal antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per satu penumpang.

Untung calo begitu menggiurkan bila diakumulasi dengan jumlah tiket yang mereka jual. Sebab, di pelabuhan ini, kapal cepat beroperasi sebanyak dua trip. Berangkat pagi pukul 07.00 WITA dan berangkat siang pukul 13.00 WITA.

Setiap pemberangkatan, kapal jenis fiber ini memiliki manifest 300 orang. Tapi, biasanya, kapal bisa memuat lebih dari itu. Bagi yang tak punya tiket, harus duduk di kursi plastik dan melantai.

Bila, calo berhasil menjual 50 tiket satu kali penyeberangan untuk penumpang Kendari-Raha, maka uang yang dikumpulkan, Rp 2,5 juta. Belum ditambah dengan hari lain di musim mudik ini. Pendapatan para calo bisa lebih banyak.

Praktik calo ini lebih ironisnya, terjadi tak jauh dari Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Kendari. Jaraknya hanya lima meter.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments