
Warga sekitar korban banjir Sungai Wanggu mengungsikan barangnya sampai di jalan raya.
Kendari, Inilahsultra.com – Baru sepekan menikmati terik nan berawan, warga sekitar bantaran Sungai Wanggu harus kembali ditimpa musibah banjir.
Pada 26 Juni lalu, ratusan warga harus mengungsi karena banjir yang menggenangi rumah mereka hingga setinggi atap.
Mereka hanya bisa mengungsikan diri dan beberapa barang yang dapat diangkut. Sisanya, dibiarkan tergenang. Misal, kulkas, lemari dan kursi.
Seiring surutnya banjir dan intensitas hujan menurun, warga kembali ke rumahnya.
Terakhir, pantauan Inilahsultra.com, 1 Juli 2018, warga terlihat mulai membersihkan barang-barang dari kotoran sisa genangan banjir.
Belum semuanya tuntas dibersihkan, hujan lebat kembali mengguyur selama dua hari terakhir mulai pagi siang dan malam.
Akibatnya, rumah warga kembali tergenang. Bahkan, banjir kedua ini cukup parah dibanding sepekan sebelumnya.
“Air sudah mulai meluber di jalanan,” kata Sarman, Ketua RT 12 Kelurahan Lepolepo Kecamatan Baruga Kota Kendari, Rabu 4 Juli 2018.
Ia mengaku, ada tiga RT yang terkena dampak banjir di wilayah tersebut. Yakni, RT 12, RT 13 dan RT 14.
“Di tiga RT ini tercatat 87 kepala keluarga,” katanya.
Ia mengaku, banjir sejatinya sudah turun sejak tiga hari lalu. Tapi, hujan kembali mengguyur dengan deras dan memicu banjir kembali terjadi.
Banjir ini, kata dia, mulai kelihatan pada sore hari. Debit air mulai meningkat hingga subuh tadi.
Akibat itu, warga kembali mengungsi. Bahkan, ada beberapa warga yang sudah membersihkan barangnya, mengikhlaskannya untuk ditenggelamkan banjir.
“Kaya semut warga pikul kembali barangnya. Ada barang sudah dibersihkan, kotor lagi karena banjir,” ujarnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




